Jakarta – Sistem resi gudang menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas rantai pasok komoditas di Indonesia. Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Budi Susanto menjelaskan bahwa resi gudang pada dasarnya merupakan surat bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang.
“Resi gudang itu sebenarnya surat kepemilikan dari suatu pihak bahwa dia menyimpan barangnya di gudang. Jadi bukti bahwa barang tersebut dititipkan atau disimpan di pergudangan,” kata Budi saat ditemui di Jakarta, Senin (9/3/2026).
BACA JUGA:Prabowo Bakal Tunjuk Utusan Khusus Presiden untuk Awasi Seluruh BUMN
BACA JUGA:Prabowo Heran Anak Usaha BUMN Tak Boleh Diaudit: Peraturan Dari Mana Ini?
BACA JUGA:Safari Ramadan 2026 Jadi Cara BUMN Berbagi Kebahagiaan ke Ribuan Anak di 359 Yayasan
Namun, menurutnya fungsi resi gudang tidak hanya sekadar bukti penyimpanan barang. Jika dilihat lebih luas, sistem ini merupakan bagian penting dari ekosistem rantai pasok komoditas yang terdiri dari tiga tahapan utama, yakni produksi di tingkat hulu, pergudangan dan perdagangan di tengah, serta konsumsi di hilir.
Pada tahap produksi, pelaku usaha seperti petani, nelayan, maupun pemilik perkebunan dapat menyimpan hasil panennya di gudang dan memperoleh resi gudang sebagai bukti kepemilikan. Dengan cara ini, produsen tidak harus langsung menjual komoditasnya saat panen raya ketika harga biasanya turun.
“Dengan resi gudang, produsen bisa menunda penjualan. Barangnya disimpan di gudang, sementara dia memegang resinya,” ujar Budi.
Dalam praktiknya di Indonesia, peran pengumpul atau pedagang berada di tahap tengah rantai pasok tersebut. Mereka membeli komoditas dari produsen sehingga petani atau nelayan tetap dapat memperoleh uang tunai untuk melanjutkan produksi.
Dana yang diterima produsen biasanya digunakan kembali untuk kebutuhan produksi berikutnya, seperti membeli bibit, pupuk, atau memenuhi kebutuhan hidup hingga masa panen selanjutnya.
“Dengan mekanisme ini, petani atau nelayan bisa menjual dengan harga yang lebih wajar dan tidak ditekan seperti ketika menjual ke tengkulak,” jelasnya.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2024/03/28/880123798.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527716/original/051591900_1773212673-1000257959.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507913/original/033474700_1771558036-Prabowo_Trump_Tanda_Tangan.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529355/original/013183400_1773327457-IMG_0251.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5254460/original/079028500_1750124342-Bank_Mandiri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528100/original/086055000_1773238557-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.27.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528113/original/009665700_1773239757-Jalan_Tol_Solo-Jogja-NYIA_Kulonprogo_segmen_Prambanan-Purwomartani_beroperasi_secara_fungsional-11_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513260/original/010116400_1772007770-006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)