Jakarta – Kementerian Transmigrasi sedang fokus menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu dengan membuka peluang memanfaatkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi untuk sektor tambang yakni batu bara hingga logam tanah jarang (LTJ).
Demikian disampaikan Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam konferensi pers Pertemuan Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Senin (4/5/2026).
BACA JUGA:Kementrans Targetkan Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru
BACA JUGA:Wamen Viva Yoga Tekankan Peran Pendidikan dalam Mencetak SDM Unggul
BACA JUGA:Wamentrans Viva Yoga Paparkan Arah Baru Transmigrasi, dari Relokasi ke Industrialisasi
BACA JUGA:Kementrans Catat 1.394 KK Ikut Penempatan Transmigrasi Nasional 2025
“Dari hasil penelitian 2 ribu peneliti kemarin, ada juga yang terkait dengan tambang seperti batu bara. Kalau di Mamuju (Sulawesi Barat) itu ada logam tanah jarang. Itu juga kami potensikan,” kata M Iftitah Suryanagara.
Ia menuturkan, saat ini, Kementerian Transmigrasi sedang fokus menghadirkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.
Seiring hal itu, menurut dia, masyarakat yang berpindah ke wilayah tersebut dapat merasa betah karena memiliki pekerjaan.
“Jadi ada produktifivitasnya. Bukan sekadar dipindahkan, kemudian setelah itu diserahkan kepada masyarakat,” tutur dia.
Selain sektor pertambangan, Iftitah juga menyampaikan ada potensi memanfaatkan HPL transmigrasi untuk perkebunan sawit hingga tebu dalam rangka mendukung realisasi program biofuel atau bahan bakar ramah lingkungan, seperti bioetanol.
Transmigrasi itu, menurut Iftitah, tidak selalu identik dengan pangan atau terbatas di pertanian. Iftitah ingin Kementerian Transmigrasi berhasil menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan sekitar 3,2 juta hektar HPL transmigrasi yang diberikan oleh negara berdasarkan potensi di masing-masing kawasan.
“Dengan demikian, hari ini pula adalah babak penting dari proses transformasi transmigrasi. Alhamdulillah kita bisa mencetak pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Iftitah.



/2025/07/21/1090921824.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523348/original/025470200_1772803676-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523299/original/026180000_1772800697-IMG_0755.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565685/original/015970400_1777073651-WhatsApp_Image_2026-04-25_at_06.24.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5573310/original/062516500_1777888921-IMG_4199.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567464/original/020192000_1777281872-IMG_2719.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5572666/original/009246600_1777864313-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_09.41.03_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571829/original/093118300_1777704198-AP26122040085377.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494446/original/004987900_1770289836-Wakil_Menteri_Keuangan_Juda_Agung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571309/original/088082300_1777615901-bur1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3977328/original/018204200_1648468441-FOTO.jpg)