Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang mencerminkan perannya sebagai penjaga penerimaan negara, pelindung masyarakat, serta fasilitator perdagangan dan industri nasional. Di tengah dinamika ekonomi global dan meningkatnya tantangan kejahatan lintas batas, Bea Cukai terus menjalankan tugasnya secara profesional, adaptif, dan akuntabel.
Hingga akhir 2025, penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp 300,3 triliun, meningkat tipis 0,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan ketahanan fiskal di tengah perlambatan perdagangan global serta optimalisasi berbagai fasilitas perdagangan yang terus dimanfaatkan pelaku usaha.
BACA JUGA:Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Lowongan Bea Cukai 2026
BACA JUGA:Bea Cukai Langsa Gagalkan Ekspor Ilegal Ratusan Satwa Liar
BACA JUGA:66 Pegawai Bea Cukai Dijatuhi Sanksi Disiplin, 10 Pegawai Dipecat
Jika dirinci, penerimaan cukai mencapai Rp 221,7 triliun, meski secara tahunan mengalami kontraksi 2,1 persen seiring penurunan produksi hasil tembakau. Sementara itu, penerimaan bea keluar melonjak signifikan menjadi Rp 28,4 triliun atau tumbuh 36,1 persen secara tahunan dan melampaui target APBN.
Adapun penerimaan bea masuk tercatat sebesar Rp 50,2 triliun, turun 5,3 persen akibat perlambatan impor dan meningkatnya pemanfaatan fasilitas Free Trade Agreement (FTA).
“Kinerja positif penerimaan bea keluar didorong oleh kenaikan harga CPO global, peningkatan volume ekspor kelapa sawit, serta relaksasi kebijakan ekspor konsentrat tembaga,” ujar Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto dalam keterangan tertulis, Minggu (1/2/206).
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490854/original/015533300_1770027697-bca8a40d-4d5c-4591-9b23-6f55f3025b94.jpeg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931455/original/016012500_1724922483-IMG-20240829-WA0026.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)