Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan pagu anggaran 2027 sebesar Rp 49,8 triliun untuk menjaga stabilitas fiskal, memperkuat layanan publik, dan mendukung transformasi ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Kementerian Keuangan akan mengarahkan anggaran tersebut untuk mendukung hilirisasi industri strategis, penguatan sistem informasi keuangan nasional, KORTA System, sistem penanganan tindak pidana perpajakan, serta Smart Customs and Excise System.
BACA JUGA:Purbaya Bebaskan Pajak Bunga SBN Valas hingga Desember 2026
BACA JUGA:Rusun Subsidi Meikarta Belum Dijual, Masih Tunggu Proses Hibah di Kemenkeu
BACA JUGA:Fungsi Departemen Keuangan Amerika Serikat dan Sejarahnya
“Pagu Kementerian Keuangan tahun anggaran 2027 diusulkan sebesar Rp 49,8 triliun,” kata Purbaya dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Kementerian Keuangan di Gedung DPR RI, Senin (7/9/2026).
Ia mengalokasikan Rp 45,50 triliun untuk fungsi pelayanan umum, Rp 300,44 miliar untuk fungsi ekonomi, dan Rp 3,99 triliun untuk fungsi pendidikan dari total usulan pagu tersebut.
Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan juga akan memperkuat digitalisasi proses bisnis melalui Office Automation Kementerian Keuangan dan memperbaiki pola mutasi pegawai sebagai bagian dari pembenahan internal.
Alokasi ini diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas fiskal, memperkuat layanan publik, serta mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Berdasarkan program, Kementerian Keuangan mengalokasikan Rp 78,86 miliar untuk kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan ekonomi serta Rp 3,62 triliun untuk pengelolaan penerimaan negara.
Kementerian Keuangan juga mengalokasikan Rp 267,58 miliar untuk pengelolaan kekayaan negara dan risiko serta Rp 45,81 triliun untuk dukungan manajemen.
Kementerian Keuangan membiayai pagu tersebut melalui rupiah murni sebesar Rp 42,34 triliun, PNBP sebesar Rp 102,15 miliar, dan BU sebesar Rp 7,36 triliun.
Purbaya menyampaikan usulan pagu secara rinci sebesar Rp 49,8 triliun kepada Komisi XI DPR RI untuk mendapatkan persetujuan.
/2026/03/26/104302596.jpg)
/2026/01/30/780510649.jpg)
/2026/03/17/1361567992.jpg)
/2023/10/25/1373227814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181749/original/007438500_1594892571-20200716-Rupiah-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4530306/original/071191800_1691485273-Minuman-Kemasan-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339935/original/000619700_1788436286-APINDO-3_September_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341035/original/041483400_1788575408-MaySari_Binaan_BRI_33.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337494/original/017234100_1788247802-1001619241.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342027/original/069175700_1788745138-169a1d37-c156-4053-b782-8bb1d413df23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027995/original/012021400_1732861121-fotor-ai-20241129131659.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6511442/original/025844100_1779370993-ChatGPT_Image_May_21__2026__08_43_00_PM.jpg)