Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada Senin, (7/9/2026). Pengamat menilai, pelemahan rupiah terhadap dolar AS didorong ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 4 poin atau 0,02% menjadi 17.646 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.642 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.640, Cadangan Devisa Agustus 2026 Jadi Penopang Hari Ini
BACA JUGA:Rupiah Menguat Lawan Dolar AS, Investor Mulai Beralih ke Mata Uang Asia
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menuturkan, tekanan terhadap rupiah pada Senin pagi, salah satu dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Dalam perdagangan pagi ini rupiah melemah, salah satu penyebabnya adalah tensi geopolitik di Timur Tengah,” ujar Ibrahim dikutip dari Antara.
Dia menuturkan, meningkatnya ketegangan tersebut turut mengangkat indeks dolar AS dan harga minyak mentah, sehingga memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Ibrahim menyebut harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$ 91,92 per barel atau sekitar Rp 1,62 juta per barel, sedangkan minyak mentah Brent sekitar US$ 96,55 per barel atau setara Rp 1,70 juta per barel.
Kenaikan harga minyak, menurut Ibrahim, dapat meningkatkan kebutuhan valuta asing untuk memenuhi kebutuhan impor minyak.
“Permintaan untuk impor minyak dengan harga yang lebih mahal membuat pemerintah harus mempersiapkan dolar yang cukup banyak. Sehingga wajar kalau dalam transaksi pagi ini rupiah mengalami pelemahan,” ujarnya.
Dari sentimen domestik, Ibrahim mengatakan pasar juga memperhatikan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang menurut dia turut mempengaruhi kegiatan ekonomi akibat gangguan terhadap penerbangan.
Walaupun tidak terlalu besar, tapi ini berindikasi terhadap ekonomi di Indonesia. Kita lihat bahwa penerbangan dari tanggal 6 sampai tanggal 7 masih ditutup, tutur dia.
/2026/03/26/104302596.jpg)
/2026/01/30/780510649.jpg)
/2026/03/17/1361567992.jpg)
/2023/10/25/1373227814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314661/original/087132900_1785757642-email-attachment_2026_08_03_pramita-tristiawati_bandara-soetta-bersiap-kedatangan-airbus-a380-800-pesawat-komersial-terbesar-di-dunia_IMG-20260731-WA0032.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339935/original/000619700_1788436286-APINDO-3_September_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4530306/original/071191800_1691485273-Minuman-Kemasan-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341035/original/041483400_1788575408-MaySari_Binaan_BRI_33.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337494/original/017234100_1788247802-1001619241.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342027/original/069175700_1788745138-169a1d37-c156-4053-b782-8bb1d413df23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027995/original/012021400_1732861121-fotor-ai-20241129131659.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6511442/original/025844100_1779370993-ChatGPT_Image_May_21__2026__08_43_00_PM.jpg)