Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyampaikan duka cita atas gugurnya dua aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), yakni Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata. Keduanya meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).
Kepala BKN Prof. Zudan menyampaikan belasungkawa atas kepergian kedua pegawai tersebut. Ia menilai pengabdian mereka merupakan wujud dedikasi aparatur negara dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.
BACA JUGA:TASPEN dan Kementerian Keuangan Perkuat Ekosistem Layanan Pensiun ASN
BACA JUGA:IKN Raih Investasi Rp 6,56 Triliun untuk Hunian ASN dan Fasilitas Kota
“Atas nama pribadi dan keluarga besar BKN, saya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya almarhum Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata dalam menjalankan tugas negara. Pengabdian keduanya merupakan wujud dedikasi aparatur dalam menjaga kelestarian alam Indonesia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Prof. Zudan, Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan informasi awal dari BBTNBTS, kebakaran bermula dari lahan masyarakat pada Rabu (14/10/2026), kemudian merembet ke kawasan taman nasional. Api kembali menyala dan disertai angin kencang sehingga menyulitkan upaya pemadaman.
Sukaris meninggal dunia saat bertugas. Sementara itu, Hendra sempat menjalani perawatan akibat luka bakar serius sebelum akhirnya meninggal dunia.
/2019/08/05/1615535358.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371761/original/067679800_1791804950-AP26285357585394.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375288/original/014736400_1792137857-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_14.37.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375273/original/094643000_1792137403-email-attachment_2026_10_16_immanuel-christian_pemerintah-sebut-msci-tidak-selalu-benar-investor-diminta-hitung-risiko-sendiri_IMG_7918.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375274/original/063521000_1792137427-email-attachment_2026_10_16_immanuel-christian_pemerintah-sebut-msci-tidak-selalu-benar-investor-diminta-hitung-risiko-sendiri_IMG_7915.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375327/original/058514600_1792139593-OJK-16_Oktober_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332713/original/035698300_1787716579-IMG_20260826_101455.jpg)