Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyoroti ancaman serius yang dihadapi kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa akibat kombinasi penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut.
Menurut AHY, fenomena penurunan tanah terjadi di berbagai wilayah Pantura dengan tingkat yang bervariasi, bahkan mencapai 1 hingga 20 sentimeter per tahun di sejumlah daerah seperti Jakarta dan Semarang. Kondisi ini semakin memperparah kerentanan kawasan pesisir terhadap banjir rob dan genangan air laut.
BACA JUGA:Banjir Rob Diprediksi Akan Melanda Awal Mei 2026, BMKG Minta Warga Pesisir Kepri Siaga
BACA JUGA:Waspada! BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Lampung Pekan Ini
Ia menjelaskan bahwa situasi tersebut diperburuk oleh kenaikan permukaan air laut yang terus berlangsung akibat perubahan iklim global.
“Di saat yang bersamaan bisa dikatakan ini sebagai twin pressure tekanan ganda terjadi kenaikan permukaan air laut,” ujar AHY dalam acara Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura, Senin (4/5/2026).
AHY menegaskan bahwa kombinasi dua faktor ini menjadi ancaman nyata yang harus segera ditangani melalui langkah konkret dan terukur. Tanpa intervensi yang tepat, dampaknya tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa risiko yang ditimbulkan tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang biasa terjadi.
“Dan ini semua jangan sampai benar-benar menjadi norma yang kemudian kita anggap sebagai takdir kita,” katanya.
Menurutnya, ancaman tersebut dapat memicu bencana yang lebih besar di masa depan jika tidak diantisipasi sejak dini, termasuk potensi kerusakan lingkungan yang semakin meluas serta meningkatnya kerugian sosial ekonomi.



/2025/07/21/1090921824.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2806772/original/028349100_1557974774-20190516-Tarif-Batas-Atas-Tiket-Pesawat-Turun-FANANI-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523299/original/026180000_1772800697-IMG_0755.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565685/original/015970400_1777073651-WhatsApp_Image_2026-04-25_at_06.24.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494446/original/004987900_1770289836-Wakil_Menteri_Keuangan_Juda_Agung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5573310/original/062516500_1777888921-IMG_4199.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5572666/original/009246600_1777864313-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_09.41.03_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571829/original/093118300_1777704198-AP26122040085377.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571309/original/088082300_1777615901-bur1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3977328/original/018204200_1648468441-FOTO.jpg)