Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai mengecek jalan tol di sekitar Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Pasalnya, kedua provinsi ini menjadi favorit tujuan mudik Lebaran Idulfitri setiap tahunnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan dua titik, yakni jalan tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 (ruas Bawen-Ambarawa) dan ruas Prambanan-Purwomartani pada tol Solo-Yogyakarta. Ini jadi bagian persiapan dalam mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat saat arus mudik dan arus balik Lebaran.
BACA JUGA:KPK juga Obok-obok Pemkab Pati Cari Bukti Kasus Bupati Sudewo, Ini Barang-barang yang Diangkut
BACA JUGA:Kemenhut Gagalkan Perdagangan Satwa Liar Dilindungi di Magelang, Dua Pelaku Diamankan
BACA JUGA:Daya Tarik Pantai Marina Semarang, Lengkap dengan Harga Tiket hingga Fasilitas
BACA JUGA:9 Rekomendasi Tempat Makan Malam di Pekalongan Dekat Stasiun, Ada Nasi Megono Plus Sekoteng sampai Soto Tauto
“Ini adalah bagian dari persiapan menyambut arus mudik dan balik Lebaran yang diprediksi ada peningkatan dan secara historis Jawa Tengah-Yogyakarta menjadi tujuan favorit. Jadi dengan difungsionalkan ruas tol ini akan sangat membantu masyarakat yang akan bepergian selama arus mudik dan arus balik Lebaran,” kata Aan dalam keterangan resmi, Jumat (23/1/2026).
Aan menilai ruas tol fungsional Yogyakarta-Bawen Seksi 6 dan Solo-Yogyakarta ruas Prambanan-Purwomartani ini membuka akses baru karena dapat menjadi jalur alternatif. Menurutnya juga, kedua jalan tol tersebut dapat mengurangi beban arus lalu lintas di Tol Solo-Semarang maupun jalan arteri.
“Tol fungsional ini merupakan hal yang baik dan sangat membantu karena beban arus di tol Solo-Semarang sudah sangat padat. Apabila ini difungsionalkan akan memberikan alternatif untuk masyarakat yang akan ke Magelang, Temanggung maupun yang dari Solo ke Yogyakarta,” ujarnya.
Aan menegaskan, selain untuk memastikan aspek kelancaran arus saat angkutan Lebaran, aspek keselamatan juga tetap menjadi prioritas utama sebelum kedua ruas tol tersebut difungsionalkan. Ia menyebut harus ada rambu yang jelas, pengaturan lalu lintas yang matang, hingga penerangan yang memadai.
“Tentu dengan pemberlakuan fungsional tadi di samping untuk kelancaran, kami tetap ingin memastikan sarana dan prasarana sudah siap. Artinya unsur keselamatan yang utama dan kita tidak akan mengoperasionalkan secara fungsional kalau standar minimal keselamatan jalannya tidak terpenuhi,” tegasnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/09/02/1600387136.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5369057/original/041377700_1759410165-2c9b539c-9e1a-415c-9792-66b1da24888a.jpeg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/3508689/original/070798000_1626139545-20210713-Elon-Musk-SolarCity-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071007/original/007878700_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482256/original/065170800_1769169247-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_18.16.12.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3596916/original/034110900_1633708611-Ilustrasi_Miliarder_atau_Orang_Terkaya_2.jpg)