Jakarta – Biaya izin memiliki mobil kecil di Singapura melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 133.009 dolar Singapura atau US$ 105.000. Nilai ini setara Rp 1,84 miliar (asumsi dolar Singapura 13.900).
Mengutip vnexpress.net dari Channel News Asia, Selasa (15/9/2026), biaya izin (premium) terbaru ini 3,1% lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya sebesar 129.000 dolar Singapura atau Rp 1,79 miliar yang tercatat awal Juli untuk kategori A dari izin yang dikenal sebagai Certificate of Entitlement (COE) atau Sertifikat Hak Kepemilikan Kendaraan.
BACA JUGA:Pameran Terbesar Studio Ghibli Buka Saat Liburan Akhir Tahun, Cek Harga Tiket hingga Lokasinya
BACA JUGA:Miliarder Singapura Beli Mal di Orchad Road Rp 4,3 Triliun
BACA JUGA:Orang Super Kaya Asia Ramai-Ramai Pindahkan Aset ke Singapura, Ada Apa?
Pertama kali diperkenalkan pada 1990 untuk membatasi jumlah kendaraan di jalan raya dan mengendalikan polusi di negara kota yang dapat dilintasi dengan mobil dalam waktu kurang dari satu jam ini, sertifikat tersebut dilelang secara berkala dan memberikan hak kepada pembeli untuk memiliki mobil selama 10 tahun.
Sistem ini juga menjadikan Singapura sebagai kota termahal di dunia untuk membeli mobil.
Terdapat lima kategori COE, dengan Kategori A mencakup mobil berkapasitas mesin 1.600 cc atau kurang dan tenaga hingga 130bhp.
Biaya untuk kategori lainnya juga meningkat setelah proses penawaran terbaru pada 9 September.
Kategori B, yang diperuntukkan bagi mobil yang lebih besar dan bertenaga, naik 3,1% dari lelang sebelumnya menjadi 135.001 dolar Singapura atau Rp 1,8 miliar , sementara COE untuk kendaraan komersial seperti kendaraan pengangkut barang dan bus melonjak 3,4% menjadi 93.101 atau Rp 1,2 miliar.
Kategori Terbuka (Open category), atau Kategori E, yang dapat digunakan untuk kendaraan apa pun kecuali sepeda motor tetapi biasanya digunakan untuk mobil berukuran lebih besar, naik 2,1% menjadi 137.890 dolar Singapura atau Rp 1,9 miliar. Biaya untuk sepeda motor mengalami kenaikan sebesar 11,1% menjadi 12.556 dolar Singapura atau Rp 174,4 juta.
/2026/05/26/298353930.jpg)
/2025/04/04/2125923608.jpg)
/2026/05/25/188974398.jpg)
/2026/05/01/886842996.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4455547/original/001187900_1686047543-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515324/original/038648100_1772170585-Maybank_Indonesia_office.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346696/original/041602600_1789193559-Untitled.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302028/original/043459600_1753970064-Gemini_Generated_Image_3a22373a22373a22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)