Jakarta – Pemerintah mulai mematangkan revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa. Dari cakupan yang sebelumnya disiapkan sekitar 20.000 hektare, saat ini baru sekitar 6.000 hektare lahan yang dinyatakan siap untuk direvitalisasi.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan lahan yang menjadi sasaran merupakan tambak yang sudah tidak produktif dan sebagian terbengkalai. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi kawasan tersebut agar kembali memberikan manfaat bagi sektor perikanan.
BACA JUGA:PTPP Raih Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal IA Bandara Soetta
BACA JUGA:Alasan Prabowo Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang
BACA JUGA:Ketua Umum Seruni KMP Tri Tito Dorong Revitalisasi Sekolah di Kupang
“Tambak-tambak yang sudah ada, tidak produktif lagi, terbengkalai, ini akan direvitalisasi,” kata Zulhas seusai rapat koordinasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dikutip dari Antara, Selasa (15/9/2026).
Zulhas mengatakan pemerintah masih menghadapi persoalan pertanahan untuk sejumlah area lainnya. Karena itu, realisasi revitalisasi belum dapat dilakukan terhadap seluruh lahan yang sebelumnya masuk dalam rencana.
“Tadinya sekitar 20.000, tetapi yang siap baru 6.000, ya. Masalah tanah sedang kita selesaikan,” ujarnya.
Percepatan revitalisasi tambak Pantura Jawa menjadi salah satu upaya pemerintah mengoptimalkan kembali lahan tambak yang tidak produktif. Program ini diharapkan dapat mendorong produksi perikanan sekaligus memperkuat ketersediaan sumber protein bagi masyarakat.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya memasukkan revitalisasi tambak Pantura Jawa sebagai salah satu program kerja prioritas nasional sektor kelautan dan perikanan.
/2026/05/26/298353930.jpg)
/2025/04/04/2125923608.jpg)
/2026/05/25/188974398.jpg)
/2026/05/01/886842996.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540813/original/050677600_1774835815-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515324/original/038648100_1772170585-Maybank_Indonesia_office.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346696/original/041602600_1789193559-Untitled.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302028/original/043459600_1753970064-Gemini_Generated_Image_3a22373a22373a22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)