Jakarta – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghci menuturkan, Selat Hormuz jalur air penting untuk transportasi minyak dan gas global telah dibuka untuk semua kapal komersial setelah kesepakatan gencatan senjata yang disepakati di Lebanon. Lalu bagaimana respons pelaku industri pelayaran dan pemimpin dunia seiring Iran buka Selat Hormuz?
Berikut tanggapan pelaku industri pelayaran dan pemimpin dunia yang dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (18/4/2026):
BACA JUGA:Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Blokade AS
BACA JUGA:Alasan Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Usai Dibuka Beberapa Jam
BACA JUGA:Inggris dan Prancis Akan Pimpin Misi Internasional Amankan Selat Hormuz
Industri Pelayaran:
a.Hapag-Llyod
Jika semua masalah yang belum terselesaikan (yaitu cakupan asuransi, perintah yang jelas dari pemerintah/militer Iran tentang koridor laut yang tepat yang akan digunakan dan urutan keberangkatan kapal) telah diselesaikan, kami lebih memilih untuk melewati selat tersebut sesegera mungkin.
Komite krisis kami sedang bersidang dan akan mencoba menyelesaikan semua masalah yang belum terselesaikan dengan pihak-pihak terkait dalam waktu 24-36 jam ke depan.
b.Maersk:
Kami telah mencatat pengumuman tersebut. Keselamatan awak kapal, kapal, dan kargo pelanggan kami tetap menjadi prioritas kami. Sejak pecahnya konflik, kami telah mengikuti arahan dari mitra keamanan kami di kawasan tersebut, dan rekomendasi sejauh ini adalah untuk menghindari transit di Selat Hormuz.
Setiap keputusan untuk transit di selat tersebut akan didasarkan pada penilaian risiko dan pemantauan ketat terhadap situasi keamanan, dengan perkembangan terbaru juga dimasukkan dalam penilaian yang sedang berlangsung.

/2025/08/31/663872302.jpg)
/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2026/02/05/898319651.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3794723/original/041725300_1640334970-bd3f9d7d-93c1-43f6-8277-1fe669b2e30a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554581/original/048393600_1776077418-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Pemukiman__PKP__Maruarar_Sirait-13_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347730/original/064079400_1678087559-20230306-Ekonomi-China-AP-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558599/original/033527100_1776431223-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait-17_April_2026d.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550270/original/074079300_1775645927-3.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558555/original/036340500_1776424754-Menteri_PKP__Maruarar_Sirait__saat_konferensi_pers_di_Wisma_Danantara-17_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558566/original/098264900_1776425951-IMG_3685.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)