Jakarta – Nilai tukar won Korea Selatan melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa, (1/9/2026). Pelemahan won Korea Selatan terhadap dolar AS seiring kembali memanasnya ketegangan di Timur Tengah akibat aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip laman Yonhap News Agency, Selasa pekan ini, won Korea Selatan diperdagangkan pada level 1.370,4 per dolar AS pada pukul 15.30 waktu setempat, turun 1,8 won dibandingkan penutupan sesi perdagangan sebelumnya.
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke 17.744 Tersengat Lonjakan Harga Minyak
BACA JUGA:Strategy Beli Bitcoin Rp 6,55 Triliun
BACA JUGA:Prospek Harga Emas saat The Fed Bakal Agresif
Pada satu titik selama perdagangan Selasa sore, mata uang Korea Selatan itu sempat melemah hingga mencapai level terendah di 1.373,5 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar won ini terjadi di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunai dan kembali memunculkan kekhawatiran mengenai inflasi.
Investor asing juga mencatatkan penjualan bersih saham senilai 491,9 miliar won atau US$ 358 juta (Rp 6,34 triliun, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.730) pada sesi perdagangan itu. Sementara itu, indeks Kospi menguat tipis 0,23% dan ditutup ke level 6.835,80.
Selain itu, mengutip tradingeconomics.com, ekspor semikonduktor yang menguat mendorong masuknya arus dolar AS dan memicu aksi penjualan oleh eksportir.
Ekspor Korea Selatan melonjak 68,7% secara tahunan (Year-on-Year) menjadi US$ 98,25 miliar pada Agustus. Sementara itu, surplus perdagangan mencapai US$ 34,75 miliar.
Ekspor semikonduktor melesat 209% menjadi US$ 46,65 miliar, didorong oleh permintaan yang kuat untuk infrastruktur Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Won Korea Selatan juga mendapatkan keuntungan dari suku bunga acuan Bank of Korea sebesar 3% dan prospek pertumbuhan lebih kuat, di mana anggaran pemerintahan 2027 yang mencetak rekor mengalokasikan peningkatan dana untuk AI, semikonduktor, dan industri pertumbuhan lainnya.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi dan harapan pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh the Fed dapat membatasi pengautan nilai tukar won lebih lanjut.

/2023/05/14/264219921.jpg)
/2025/12/19/61195436.jpg)
/2025/05/16/900565566.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3852283/original/090153000_1640770561-20211229-Stok-Beras-Bulog-Aman-Hingga-Akhir-Tahun-IQBAL-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336394/original/078782800_1788159760-3608754e-d6ef-45b9-bd54-e934752df7dd.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834401/original/078687200_1715874903-WhatsApp_Image_2024-05-16_at_15.35.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335614/original/003323700_1788006086-07212bc6-043e-4ef8-b108-f59056a20f2d.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)