Jakarta – Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,32 miliar pada Maret 2026. Surplus neraca perdagangan itu ditopang sektor nonmigas terutama industri pengolahan. Adapun capaian neraca perdagangan ini memperpanjang tren surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, menunjukkan ketahanan sektor eksternal di tengah dinamika global.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) menuturkan, kinerja surplus Maret 2026 ditopang sektor nonmigas yang mencatatkan surplus USD 5,21 miliar, meskipun sektor migas masih defisit sebesar USD 1,89 miliar.
BACA JUGA:Impor Kuartal I 2026 Capai Rp 1.063,5 Triliun, Mayoritas dari China
BACA JUGA:IHSG Hari Ini 4 Mei 2026 Menguat Tipis Setelah Rilis Data Inflasi
BACA JUGA:Neraca Perdagangan Januari-Maret 2026 Tembus Rp 96 Triliun, Surplus 71 Bulan Beruntun
BACA JUGA:Apa Itu Trade Misinvoicing? Taktik Manipulasi Perdagangan yang Disentil Wapres Gibran
BACA JUGA:Surplus Neraca Dagang Februari 2026 Naik, BI: Perkuat Ketahanan Ekonomi
“Surplus yang terus berlanjut pada periode Maret 2026 ini menunjukkan fundamental perdagangan Indonesia tetap kuat. Indonesia tetap menjaga surplus bulanannya. Kemudian, ekspor nonmigas menopang kinerja perdagangan Januari-Maret 2026, khususnya dari sektor industri pengolahan yang semakin berdaya saing di pasar global,” tutur Mendag Busan, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Secara kumulatif Januari–Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 5,55 miliar. Surplus tersebut terdiri atas surplus nonmigas sebesar USD 10,63 miliar dan defisit migas sebesar USD 5,08 miliar. Surplus nonmigas terutama ditopang tiga komoditas utama. Lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) mencatat surplus senilai USD 8,68 miliar, diikuti bahan bakar mineral (HS 27) USD 6,22 miliar, serta besi dan baja (HS 72) USD 4,29 miliar.
Dari sisi mitra dagang, surplus nonmigas Indonesia terbesar di periode tersebut berasal dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai USD 5,06 miliar, disusul India sebesar USD 3,36 miliar, dan Filipina sebesar USD 2,05 miliar. Sementara itu, defisit nonmigas terdalam tercatat dengan China sebesar USD 5,52 miliar, diikuti Australia sebesar USD 2,38 miliar, dan Prancis sebesar USD 0,63 miliar.
Industri Pengolahan Jadi Motor Ekspor
Pada Maret 2026, kinerja ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 22,53 miliar atau tumbuh 1,62 persen dibandingkan Februari 2026 (MtM), meskipun secara tahunan masih terkontraksi 3,10 persen (YoY).



/2026/02/02/899006842.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579564/original/006059100_1778057123-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574732/original/093442300_1777973753-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-5_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496712/original/067203300_1770596625-stasiun_pengisian_kendaraan_listrik_umum__SPKLU_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181748/original/004753900_1594892570-20200716-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574766/original/017693600_1777977090-IMG_2813__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)