Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyusun skenario dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap anggaran negara. Lonjakan ini diproyeksikan akan memengaruhi sejumlah pos belanja pemerintah.
Sebagaimana diketahui, harga minyak jenis Brent yang menjadi patokan harga minyak dunia sempat menembus angka US$ 100 per barel pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Purbaya mengonfirmasi bahwa ia telah diminta langsung oleh Presiden Prabowo untuk menghitung opsi penyesuaian dalam APBN.
BACA JUGA:Terbitkan Panda Bond Rp 17,8 Triliun, Purbaya Bakal Pakai Buat Ini
BACA JUGA:Purbaya Janji Penyelesaian Utang Whoosh Tak Bebani APBN
BACA JUGA:Pacu Ekonomi Tumbuh, Pemerintah Andalkan Percepatan Belanja dan Penguatan Daya Beli
BACA JUGA:Pusat Finansial Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Aturan Rampung 6 Bulan
Kemarin di rapat kabinet, Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan berbagai skenario yang berbeda. Bukan hanya US$ 100 atau lebih, tetapi bagaimana dampaknya ke anggaran kita. Jadi tadi sedang kita hitung, ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dunia bukanlah hal baru bagi pemerintah, sehingga ia tidak begitu terkejut jika nantinya ada penyesuaian kebijakan.
Namun, ia mengakui bahwa pemerintah sebelumnya berencana membuka ruang penambahan belanja ke beberapa sektor, termasuk alokasi transfer ke daerah (TKD). Dengan kondisi geopolitik terbaru ini, ruang fleksibilitas belanja tersebut kemungkinan tidak akan selebar rencana awal.
Awalnya kan begini, ketika harga minyak turun, saya pikir ada ruang untuk menambah belanja ke daerah dan kementerian/lembaga (K/L). Artinya, kalau sekarang balik lagi ke harga tinggi, ya ruangnya menjadi makin terbatas saja. Namun, ini tidak membahayakan APBN itu sendiri karena ini bukan keadaan baru, terangnya.



/2025/05/02/207630351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493195/original/043069000_1770197217-Juru_Bicara_Kemenko_Perekonomian_Haryo_Limanseto-3.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146805/original/023865600_1591608597-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306315/original/033807000_1784874320-20260722_-_SesmenPANRB_Reni_Suzana.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/757459/original/033309500_1414494914-l4.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4321119/original/016730100_1676131004-WhatsApp_Image_2023-02-11_at_8.13.16_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306958/original/054761000_1784945184-ChatGPT_Image_Jul_25__2026__09_06_13_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2947434/original/027332300_1571819804-Ilustrasi_Goldman_Sachs__AFP_PHOTO_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323535/original/084422800_1755774380-Gemini_Generated_Image_p11luwp11luwp11l.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027996/original/052986200_1732861136-fotor-ai-20241129131637.jpg)