Jakarta – Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU) percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Kesepakatan ini disebut sebagai langkah konkret menjawab kondisi darurat sampah di ibu kota.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan persoalan sampah di Jakarta sudah lama menjadi perhatian serius, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA:Investasi Proyek Sampah Jadi Listrik Bernilai Jumbo, Segini Besarannya
“Penanganannya harus cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Jakarta ini bahkan mendapat perhatian khusus dari Presiden,” ujar Zulkifli di Kemenko Bidang Pangan, Senin (4/6/2026).
Ia memaparkan, timbunan sampah Jakarta saat ini mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Sebanyak 87% di antaranya masih bergantung pada sistem open dumping, terutama di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang kapasitasnya telah terlampaui.
“Kalau dilihat, ketinggian timbunan di Bantar Gebang itu sudah seperti gedung belasan lantai,” katanya.
Melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik (PSEL) di berbagai daerah. Untuk Jakarta, dua lokasi yang diusulkan berada di Bantar Gebang dan Kamal Muara.
Penandatanganan MoU dengan Danantara, lanjut Zulkifli, menjadi simbol komitmen bersama untuk mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi. Ia menargetkan dalam dua tahun ke depan, dampak penumpukan sampah yang selama ini dirasakan warga bisa mulai teratasi.
“Ini bukan sekadar tanda tangan, tapi kontrak dengan jutaan warga Jakarta. Sampah yang menumpuk dan berbau itu akan diubah menjadi listrik yang bermanfaat,” ujarnya.



/2025/07/21/1090921824.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556449/original/088197300_1776247096-1000290305.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523299/original/026180000_1772800697-IMG_0755.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565685/original/015970400_1777073651-WhatsApp_Image_2026-04-25_at_06.24.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5573310/original/062516500_1777888921-IMG_4199.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567464/original/020192000_1777281872-IMG_2719.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5572666/original/009246600_1777864313-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_09.41.03_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571829/original/093118300_1777704198-AP26122040085377.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494446/original/004987900_1770289836-Wakil_Menteri_Keuangan_Juda_Agung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571309/original/088082300_1777615901-bur1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3977328/original/018204200_1648468441-FOTO.jpg)