Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengingatkan bahwa kondisi ekonomi global saat ini masih diliputi ketidakpastian tinggi. Mulai dari perlambatan ekonomi dunia hingga meningkatnya tensi geopolitik dinilai memberi tekanan terhadap stabilitas ekonomi, termasuk Indonesia.
Dalam situasi tersebut, Perry menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi kebijakan antar pemangku kepentingan di dalam negeri. Upaya ini dinilai krusial agar ekonomi nasional tetap mampu bertahan sekaligus tumbuh di tengah tekanan eksternal.
BACA JUGA:PINISI, Pemerintah dan BI Perkuat Intermediasi Demi Pertumbuhan Ekonomi
BACA JUGA:Sulitnya Jaga Pertumbuhan Ekonomi, BI Ungkap 3 Tantangan Besar
BACA JUGA:Pengamat Ungkap Langkah Agresif BI Tahan Gejolak Rupiah
“Saat ini kita berada dalam situasi yang tidak mudah. Dunia sering kita katakan tidak baik-baik saja dan bahkan semakin tidak pasti. Kita tidak hanya menghadapi perlambatan tetapi juga ketidakpastian yang tinggi dan terus berlanjut pada perekonomian global,” ujar Perry dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINSI), Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah risiko global perlu terus diwaspadai, mulai dari dampak kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat, potensi aliran modal keluar, hingga konflik geopolitik yang memicu volatilitas pasar keuangan global.
“Tidak hanya harganya yang tinggi, tetapi juga tingginya suku bunga di Amerika Serikat, demikian juga aliran modal keluar dan tekanan-tekanan bagi ekonomi kita untuk memperkuat ketahanan eksternal kita. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan sinergi dan koordinasi untuk memperkuat ketahanan ekonomi di Indonesia dalam menghadapi kondisi global,” ujarnya.
Menurut Perry, penguatan ketahanan ekonomi nasional harus bertumpu pada kekuatan domestik, seperti konsumsi dan investasi. Namun, hal tersebut memerlukan kerja sama erat antara pemerintah, otoritas keuangan, perbankan, dan pelaku usaha.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global yang masih berlanjut.



/2016/06/14/1203891571.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5299221/original/003543500_1753787351-IMG-20250729-WA0009.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1158948/original/095423800_1456912771-20160302-Panel-Surya-ESDM-Jakarta--Gempur-M-Surya-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5357584/original/090784900_1758533603-WhatsApp_Image_2025-09-22_at_15.12.31.jpeg)
/2024/11/28/1107116727.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4054549/original/011680900_1655354022-Harga-Kebutuhan-Pokok-Naik-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566375/original/024985600_1777178530-Nelayan-26_April_2026c.jpg)