Jakarta Aksi demo yang terjadi di Jakarta pada Kamis 28 Agustus 2025 berbuntut panjang. Demo yang awalnya dilakukan di depan gedung DPR tersebut memicu kerusuhan hingga menelan korban jiwa.
Pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas terlindas rantis Brimob saat insiden unjuk rasa di Jakarta Pusat, Kamis malam, 28 Agustus 2025. Tewasnya Affan pun memicu gelombang aksi yang lebih besar dari rekan sesama ojol pada Jumat 29 Agustus 2025.
Tak berhenti sampai di situ, aksi demo dari berbagai kalangan di depan gedung DPR pun masih berlanjut hingga Jumat malam. Aksi demo yang berlangsung selama 2 hari berturut-turut ini ikut memukul perekonomian Indonesia.
Rupiah Anjlok
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat, (29/8/2025). Pergerakan nilai tukar rupiah tersebut didorong sentimen internal dan eksternal.
Pada perdagangan jelang akhir pekan, rupiah ditutup merosot 147 poin, sebelumnya rupiah melemah 160 poin di posisi 16.499 terhadap dolar AS dari penutupan sebelumnya di posisi 16.352.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menuturkan, rupiah berpeluang melemah pada Senin, 1 September 2025. Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang 16.490-16.520,” tulis dia.
Adapun tekanan terhadap rupiah, menurut Ibrahim dari sentimen internal. Hal ini seiring ketegangan sosial dan politik dalam negeri yang memanas sejak Kamis, 28 Agustus 2025 akan terus memanas.
Apalagi bumbu-bumbu sebelumnya di mana pemerintah akan memberikan tunjangan untuk perumahan terhadap DPR, ini pun juga membuat satu ketegangan tersendiri,” ujar dia.
Ia mengatakan, semakin panasnya kondisi sosial dan politik di Indonesia imbas ada korban jiwa pada aksi demonstrasi. Kabar adanya korban jiwa ini mulai ramai di kalangan masyarakat sejak malam tadi sehingga menyebabkan kondisi demonstrasi semakin tereskalasi,” kata dia.