Jakarta – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu, (6/5/2026). Dolar AS lesu setelah AS memberi sinyal kalau mungkin hampir mencapai kesepakatan dengan Iran. Sementara itu, yen Jepang tiba-tiba melonjak ke level tertinggi lebih dari dua bulan.
Yen naik 1,8%. Sebelumnya saat perdagangan yang bergejolak membuat dolar AS berada di level terendah di 155, level terlemah sejak 24 Februari. Dolar AS sebelumnya menguat terhadap berbagai mata uang sebelum tiba-tiba melemah terhadap yen yang memicu spekulasi tentang putaran intervensi lainnya.
BACA JUGA:Kurs Rupiah Ditutup Menguat di Tengah Tekanan Dolar AS
BACA JUGA:Perkuat Nilai Tukar Rupiah, Bank Indonesia Turunkan Batas Pembelian Dolar AS
Mengutip Channel News Asia, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama awal pekan ini mengingatkan terhadap pergerakan spekulatif di pasar valuta asing. Hal ini terjadi setelah kenaikan singkat Yen yang memicu spekulasi Jepang kembali melakukan intervensi untuk mendukung mata uang itu.
Seperti yang telah saya katakan berulang kali, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap pergerakan spekulatif, sesuai dengan pernyataan yang ditandatangani antara Jepang dan Amerika Serikat tahun lalu,” ujar Katayama setelah pertemuan tahunan Asian Development Bank di Uzbekistan.
CIBC Capital Markets Head of G10 FX Strategy Jeremy Stretch menuturkan, sebagian dari masalah bagi otoritas Jepang menahan pelemahan yen yang terus menerus terletak pada pasar yang berada di luar kendali langsung seperti imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi yang menguntungkan dolar AS dan harga minyak.
“Sangat sulit untuk menurunkan yen jika harga minyak tetap tinggi dan atau imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun lebih dekat ke 4,4% dari 4,2%. Jadi itu selalu menjadi kesulitan yang akan dihadapi Jepang. Fakta kita mampu mengembalikannya ke 156,5, mengingat fakta kita masih memiliki imbal hasil 10 tahun di 4,42% dan harga minyak masih lebih dekat ke USD 100 daripada USD 75, saya kira adalah suatu keberhasilan,” ujar dia.



/2026/02/02/899006842.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579811/original/074605000_1778076019-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_20.27.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380634/original/015561300_1760428049-AP25286362411092.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568974/original/068598400_1777422490-1000034042.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181748/original/004753900_1594892570-20200716-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574766/original/017693600_1777977090-IMG_2813__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496712/original/067203300_1770596625-stasiun_pengisian_kendaraan_listrik_umum__SPKLU_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)