Jakarta – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak atau Ditjen Pajak (DJP) resmi memberikan kelonggaran bagi wajib pajak orang pribadi dalam pelaporan dan pembayaran pajak tahun pajak 2025. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-55/PJ/2026 yang diterbitkan di Jakarta pada 27 Maret 2026.
Berdasarkan pengumuman DJP, Jumat (27/3/2026) Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti, menyampaikan kebijakan ini diambil seiring implementasi sistem inti administrasi perpajakan, khususnya dalam rangka penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi.
BACA JUGA:Purbaya Mau Alihkan Ratusan Pegawai Ditjen Anggaran ke Pajak
BACA JUGA:Pelaporan SPT Sentuh 9,1 Juta hingga 26 Maret 2026
BACA JUGA:Daftar 27 Lembaga Keuangan Wajib Lapor Transaksi Kartu Kredit
BACA JUGA:Pelaporan SPT Tahunan PPh Tembus 3,55 Juta hingga 23 Februari 2026
DJP menegaskan batas waktu normal untuk pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Tahun Pajak 2025 tetap jatuh pada 31 Maret 2026.
Namun demikian, pemerintah memberikan relaksasi bagi wajib pajak yang terlambat. Wajib pajak yang baru melakukan pelaporan SPT, pembayaran PPh Pasal 29, maupun pelunasan kekurangan pajak setelah 31 Maret hingga 30 April 2026 tetap diperbolehkan tanpa dikenakan sanksi administratif.
Kelonggaran ini mencakup penghapusan denda dan bunga yang biasanya dikenakan atas keterlambatan. Bahkan, DJP memastikan tidak akan menerbitkan Surat Tagihan Pajak (STP) atas keterlambatan tersebut selama masih dalam periode relaksasi. Kebijakan ini juga berlaku bagi wajib pajak yang sebelumnya telah mengajukan perpanjangan waktu penyampaian SPT Tahunan.
Pelunasan atas kekurangan pembayaran dan/atau penyetoran Pajak Penghasilan Pasal 29 atas Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2025 yang diberikan perpanjangan jangka waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT Y), setelah tanggal 31 Maret 2026 sampai dengan tanggal 30 April 2026, diberikan penghapusan sanksi administratif, baik berupa denda maupun bunga, tulis DJP.
/2026/01/07/1592014958.jpg)
/2025/08/03/1834853401.jpg)
/2026/01/04/2120249703.jpg)
/2026/02/03/1693365585.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537992/original/031274300_1774497679-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_08.46.29.jpeg)
/2026/01/27/1113077993.jpg)
/2026/01/29/1314029351.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5311870/original/059293800_1754897698-1000072760.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539754/original/035818100_1774618398-59b1fa77-89aa-4f64-ae3d-d02e20e2b151.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3609090/original/074413400_1634813435-20211021-Ekspor-Batu-Bara-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4266421/original/073275700_1671506038-20221220-Libur-Natal-Tahun-Baru-AS-AP-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537328/original/020344900_1774420051-Pantauan_di_Pelabuhan_Ketapang_Banyuwangi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538653/original/023976400_1774543468-1000272858.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182570/original/011871300_1744095806-20250408-ASN_Pemprov_DK_Jakarta-HER_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539209/original/082047000_1774593652-2a129685-2a4e-4829-b883-9b0bd8c1346c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/682959/original/ilustrasi-bank-1-140527-andri.jpg)