Jakarta – Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 diperkirakan naik ke kisaran 3,3–3,4% secara tahunan (year-on-year/yoy), setelah sempat mengalami deflasi pada Juli 2026.
Ekonom Institute for Economic and Social Research Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, menjelaskan, kenaikan angka inflasi ini dipicu oleh dampak fenomena El Nino yang mulai terasa di sektor pangan.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Melambung ke 6.599 Usai Rilis Data Inflasi hingga Neraca Dagang
BACA JUGA:Prospek Harga Emas saat The Fed Bakal Agresif
BACA JUGA:Gubernur Terpilih BI Destry Damayanti Genjot Sinergi Fiskal-Moneter Jaga Inflasi
Gangguan cuaca tersebut berpotensi mengganggu produksi dan distribusi, sehingga berimbas langsung pada ketersediaan pasokan di pasar.
Faktor yang memengaruhi didorong oleh dampak El Nino yang mulai terasa ke bahan pangan, ujar Riefky melalui pesan tertulis, dikutip Selasa (1/9/2026).
Meski demikian, tekanan inflasi ini diperkirakan tidak bertahan lama. Riefky memproyeksikan laju inflasi melandai hingga akhir tahun di rentang 2,9–3,1% yoy pada Desember 2026.
Ia juga mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai perkembangan El Nino dan pasokan pangan nasional. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat, terutama jika harga kebutuhan pokok terus melonjak.
Yang perlu diwaspadai sejauh ini adalah El Nino dan pasokan pangan di pasar, karena ini akan sangat berpengaruh terhadap daya beli, pungkasnya.

/2023/05/14/264219921.jpg)
/2025/12/19/61195436.jpg)
/2025/05/16/900565566.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834401/original/078687200_1715874903-WhatsApp_Image_2024-05-16_at_15.35.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262855/original/080771900_1781850637-YEN_1655100673.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)