Jakarta – Tim riset komoditas Citigroup memangkas target harga emas untuk tiga bulan ke depan menjadi US$ 4.000 per ounce dari US$ 4.300. Analis Citi menyebutkan, alasan utama harga emas dunia dipangkas seiring perbaikan kondisi makro dan latar belakang permintaan yang kurang mendukung.
Kami melihat katalis terbatas untuk pergerakan naik yang berkelanjutan dalam jangka waktu yang sangat dekat,” demikian disebutkan dalam catatan riset Citigroup dikutip dari Kitco, Rabu, (10/6/2026).
BACA JUGA:Update Harga Emas 24 Karat di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Update Terbaru di Raja Emas dan Laku Emas
BACA JUGA:Harga Emas Antam Turun Lagi Hari Ini, Termurah Rp 1,4 Juta
Citi menunjuk pada kombinasi faktor, termasuk stabilisasi imbal hasil riil, dolar Amerika Serikat (AS) jangka pendek yang lebih kuat, dan melemahnya premi aset aman di tengah meredanya ketegangan geopolitik.
Para analis juga mencatat, permintaan emas fisik dari bank sentral dan arus masuk Exchange Trade Fund (ETF) telah moderat, mengurangi momentum reli.
Potensi kenaikan jangka pendek tampaknya terbatas kecuali kita melihat guncangan baru,” kata mereka.
Meskipun prospek jangka pendek untuk emas lebih lemah, analis Citi mengatakan masih ada potensi harga emas untuk naik di atas US$ 4.000 selama musim panas jika ekonomi melemah tajam atau jika inflasi kembali meningkat.
Perkiraan harga emas jangka panjang Citi tidak berubah, dengan target 6-12 bulan sebesar US$ 4.500 per ounce. Hal itu bergantung pada perubahan kebijakan Federal Reserve (the Fed) yang lebih lunak atau meningkatnya gejolak geopolitik.
Perkiraan harga emas raksasa perbankan ini telah turun tajam sejak koreksi pasar yang dramatis awal tahun ini. Pada 13 Januari, para ahli strategi Citi yang dipimpin oleh Kenny Hu menaikkan target 0-3 bulan mereka untuk emas menjadi US$ 5.000 per ounce dan perak menjadi US$ 100 per ounce pada Selasa, karena memproyeksikan pasar bullish untuk logam mulia akan berlanjut hingga awal 2026.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4384996/original/071120700_1680741641-IMG-20230405-WA0031.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6452974/original/020827300_1779317477-20150917141934-kisah-petani-kelapa-sawit-riau-bekerja-di-tengah-kabut-asap-006-isn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7007072/original/067377900_1779778735-1000329743.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8157992/original/006122100_1781012295-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-9_Juni_2026b.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8197188/original/051768600_1781055569-3d91add3-64a3-4e95-a067-495458091562.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8199391/original/044217200_1781057893-2e1644af-b1c7-4f49-b303-61ec31cc4ece_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3626295/original/027885300_1636365579-8_november_2021-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876292/original/002461400_1719462328-fotor-ai-20240627112338.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4260905/original/096870900_1671007456-20221214-Sam-Bankman-Fried-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)