Jakarta – CEO Saudi Aramco Amin Nasser, memperingatkan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi global dapat terbukti bencana karena ketegangan di Timur Tengah terus meningkat.
Mengutip Yahoo Finance, Rabu, (11/3/2026), menekankan sifat genting situasi tersebut, Nasser mengatakan dalam komentarnya kepada analis dan investor pada Selasa pagi kalau perang Iran adalah krisis terbesar yang pernah dihadapi industri minyak dan gas di kawasan ini.
BACA JUGA:Bos Danantara Cek Lokasi Pembangunan Rusun Subsidi di Lahan Meikarta
BACA JUGA:Penerus Warren Buffett, Greg Abel Menerbitkan Surat Pertama kepada Pemegang Saham
BACA JUGA:Prabowo Terima 12 CEO Global di Washington DC, Perkuat Kemitraan Investasi Strategis
Gangguan tersebut telah menyebabkan reaksi berantai yang parah tidak hanya pada pengiriman dan asuransi, tetapi juga ada efek domino yang drastis pada penerbangan, pertanian, otomotif, dan industri lainnya, ujar Nasser.
“Akan ada konsekuensi bencana bagi pasar minyak dunia semakin lama gangguan tersebut berlangsung, dan semakin drastis konsekuensinya bagi ekonomi global.
CEO Aramco mengatakan perusahaan tersebut meningkatkan volume minyak yang dikirim melalui pipa Timur-Barat yang membentang di Arab Saudi menuju Laut Merah, salah satu dari dua pipa utama yang tersedia untuk menghindari Selat Hormuz. Nasser mengatakan, jalur pipa tersebut memiliki kapasitas hingga 7 juta barel per hari, dan Aramco seharusnya mencapai kapasitas tersebut dalam beberapa hari.
Jika Aramco terpaksa mengurangi produksi hingga 7 juta barel per hari yang dapat melewati jalur pipa Timur-Barat, kata Nasser, perusahaan tersebut seharusnya dapat mengembalikan produksi ke tingkat normal dalam hitungan hari dan bukan minggu”.
Ini sinyal bullish potensial bagi investor setelah prediksi penghentian produksi, atau pengurangan produksi, dapat memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk dibuka kembali.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2024/03/28/880123798.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4011968/original/082923100_1651298809-20220430-Pedagang_di_Tol_Jalan_tol_Cikopo_-_Palimanan_KM_73-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2824335/original/041767100_1560048960-20190608-Arus-Balik-Pemudik-Mulai-Padati-Tol-Trans-Jawa-IQBAL-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2327646/original/049800200_1534128587-Foto_Liputan6.com.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529355/original/013183400_1773327457-IMG_0251.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5254460/original/079028500_1750124342-Bank_Mandiri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528100/original/086055000_1773238557-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.27.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528113/original/009665700_1773239757-Jalan_Tol_Solo-Jogja-NYIA_Kulonprogo_segmen_Prambanan-Purwomartani_beroperasi_secara_fungsional-11_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513260/original/010116400_1772007770-006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)