Jakarta – Perum Bulog membuka opsi penyaluran bantuan pangan secara kolektif kepada masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk warga yang kini masuk desil 1-4 akibat kehilangan kemampuan ekonomi setelah bencana.
Skema tersebut muncul karena kondisi bencana dapat mengubah status ekonomi masyarakat yang sebelumnya tidak masuk kelompok desil 1-4 menjadi kelompok yang membutuhkan bantuan pangan. Bulog akan menyerahkan bantuan secara kolektif melalui aparat desa setelah memperoleh persetujuan dan memastikan mekanisme tersebut sesuai aturan.
BACA JUGA:Bulog Keluarkan Beras untuk Bencana, Cadangan Nasional Masih 4,9 Juta Ton
BACA JUGA:Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT
Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pemerintah daerah dinilai lebih mengetahui warga yang paling membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat bencana.
“Karena kondisi bencana, yang tadinya bukan termasuk desil 1-4 sekarang mungkin banyak yang masuk desil 1-4, karena mereka juga sekarang sudah susah semua,” kata Rizal dalam konferensi pers Update Bantuan Bencana NTT di Kantor Pusat Perum Bulog, Selasa (1/9/2026).
Rizal mengatakan Bulog biasanya menyalurkan bantuan pangan langsung kepada penerima berdasarkan data Kementerian Sosial. Namun, kondisi bencana membuat Bulog mempertimbangkan penyaluran melalui kepala daerah atau kepala desa agar bantuan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Bulog akan terlebih dahulu melaporkan opsi penyaluran kolektif tersebut kepada pihak terkait sebelum menerapkannya. Bulog juga akan berkoordinasi dengan BPKP dan BPK untuk memastikan mekanisme penyaluran memenuhi ketentuan dan prosedur audit.

/2023/05/14/264219921.jpg)
/2025/12/19/61195436.jpg)
/2025/05/16/900565566.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528202/original/076308400_1773252177-PGN.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336394/original/078782800_1788159760-3608754e-d6ef-45b9-bd54-e934752df7dd.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834401/original/078687200_1715874903-WhatsApp_Image_2024-05-16_at_15.35.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335614/original/003323700_1788006086-07212bc6-043e-4ef8-b108-f59056a20f2d.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)