Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut penyebab utama gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri padat karya bukan berasal dari faktor domestik, melainkan turunnya permintaan atau daya beli pasar global terhadap produk ekspor Indonesia seperti sepatu, garmen, dan tekstil.
Pernyataan ini disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal yang juga menjabat penasihat khusus presiden bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh menanggapi data Kementerian Ketenagakerjaan yang mencatat 43.805 pekerja terkena PHK sepanjang Januari-Juli 2026.
BACA JUGA:Apa Itu Desil dan Arti Desil 1 hingga 10?
BACA JUGA:Serikat Pekerja Desak Pesangon Kembali Minimal 1 Kali Gaji
BACA JUGA:Bos Serikat Pekerja Soal Gaji Upah Minimum Masuk Desil 6-10: Ngawur
Penyebab utama yang paling besar itu adalah daya beli masyarakat global turun. Order terhadap sepatu, garmen, tekstil, makanan-minuman dari permintaan dunia internasional menurun,” kata Said dalam konferensi pers, Sabtu (29/8/2026).
Said mengaku turun langsung ke lapangan untuk memetakan penyebab PHK di berbagai perusahaan, dan menyimpulkan setidaknya empat faktor:
1. Daya beli global turun
Said menuturkan, salah satu penyebab PHK didorong daya beli global yang turun. Ia mencontohkan pabrik sepatu pemasok Nike, Adidas, dan Puma (PengTai/Pou Chen) yang sempat mengalami gap order, serta pabrik garmen di Jawa Tengah dan Jawa Barat seperti Victory Apparel Semarang dan pabrik di Jepara serta Cimahi yang akhirnya tutup karena permintaan ekspor anjlok.
2. Banjirnya barang impor
Hal ini membuat produk tekstil, garmen, sepatu, hingga makanan-minuman produksi dalam negeri kalah bersaing di pasar domestik sendiri.

/2025/09/29/736338359.jpg)
/2024/10/08/2080005206.jpg)
/2026/01/30/108812249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3755326/original/042106700_1639969079-OJK_Sardjito.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076500/original/004014500_1735885889-000_32XK6HY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332164/original/096974500_1787638185-Rumah.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552280/original/064193900_1775805339-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt_1_.jpg)