Jakarta – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dinilai perlu direspons dengan penyesuaian strategi keuangan pribadi. Perencana keuangan independen, Andy Nugroho menyarankan, masyarakat lebih berhati-hati dalam mengambil utang baru karena berpotensi menghadapi beban bunga yang lebih tinggi.
Menurut Andy, langkah yang dapat dilakukan saat ini adalah menunda, mengurangi, atau bahkan menghindari pengajuan kredit bank maupun pembelian secara cicilan jika belum benar-benar mendesak.
BACA JUGA:Rights Issue, Emiten BAJA Lepas 900 Juta Saham
BACA JUGA:Utang Indonesia Masih Aman, Rasio terhadap PDB Stabil 29,6%
BACA JUGA:Utang Luar Negeri Indonesia Membengkak Jadi Rp 7.784 Triliun
“Ketika suku bunga naik, biaya pinjaman juga cenderung meningkat. Karena itu, masyarakat perlu lebih selektif sebelum mengambil kredit baru agar tidak terbebani cicilan yang lebih besar di kemudian hari,” ujar Andy kepada www.wmhg.org, Sabtu (20/6/2026).
Ia juga mengingatkan calon pembeli rumah untuk mencermati kembali rencana pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR). Dia menuturkan, perubahan suku bunga dapat memengaruhi besaran cicilan yang harus dibayar setiap bulan.
Andy menyarankan, calon debitur meminta simulasi terbaru dari pengembang maupun pihak bank terkait skema pembiayaan yang akan digunakan.
“Pastikan perhitungan bunga yang digunakan sudah mengikuti kondisi terkini. Dari situ bisa dilihat apakah cicilan bulanan masih sesuai kemampuan keuangan atau justru sudah melampaui anggaran yang disiapkan,” katanya.
Di sisi lain, kenaikan suku bunga juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menempatkan dana pada instrumen investasi berisiko rendah hingga menengah. Andy menilai, deposito dan obligasi menjadi pilihan menarik karena menawarkan imbal hasil yang cenderung meningkat seiring naiknya suku bunga.
“Untuk investor yang mengutamakan stabilitas dan pendapatan berkala, deposito maupun obligasi bisa menjadi alternatif karena tingkat bunganya saat ini ikut bergerak naik,” ujarnya.



/2022/09/19/1807085102.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4668821/original/000742500_1701320491-yuri-krupenin-S2FVm0tOv1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149801/original/005983200_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263145/original/015259900_1781860508-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_15.08.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3546822/original/083135400_1629502044-063_957037002.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876379/original/036269200_1719466194-fotor-ai-2024062712298.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)