Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memutuskan, akan menambah masa bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) untuk tiga bulan ke depan. Langkah ini jadi mandat Presiden Prabowo Subianto untuk memitigasi dampak kenaikan harga pangan di kelompok rentan.
Zulkifli mengatakan, Prabowo meminta harga kebutuhan pokok tidak boleh naik. Kemudian, antisipasi terhadap musim kemarau yang berpengaruh pada tingkat panen komoditas pangan. Salah satu cara meredam dampaknya dengan menambah masa sebaran bantuan pangan beras.
BACA JUGA:Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp 95.150 per Kg
BACA JUGA:Beban Impor Naik, Pemerintah Subsidi Kedelai Rp 2.000 per Kg
BACA JUGA:Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp 75.150 per Kg, Telur Ayam Rp 30.350
Melihat perkembangan yang terakhir, agar harga-harga sembako tidak boleh naik, dalam situasi apapun, arahan bapak Presiden, tidak boleh membuat masyarakat jadi susah, oleh karena itu, bantuan beras atau bantuan pangan ya, itu kita tambah tiga bulan, ujar Zulkifli, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Dia memastikan, bantuan pangan beras 10 kg disebar pada Juli 2026. Adapun, dua bulan berikutnya akan menyesuaikan dengan musim paceklik. Bantuan ini diberikan untuk 33,24 juta orang penerima manfaat.
Dua bulannya lagi disesuaikan dengan situasi musim paceklik, tapi yang Juli harus. Itu sebanyak tiga kali atau untuk tiga bulan, 10 kilogram (beras untuk) kali 33.244.000 (orang), ya hampir tiga, 33,5 juta, ungkap Zulkifli.
Dengan demikian, sekitar 1 juta ton beras Bulog akan digunakan untuk menyebar bantuan pangan beras 10 kilogram tersebut. Hampir 34 juta, masyarakat kita yang paling di bawah ini, tidak terdampak oleh perubahan kurs atau perubahan apapun, ujar Zulkifli.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136481/original/050452400_1739862534-WhatsApp_Image_2025-02-18_at_12.19.46_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1115402/original/035378100_1453179673-20160119-Buruh-Tembakau-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4384996/original/071120700_1680741641-IMG-20230405-WA0031.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6452974/original/020827300_1779317477-20150917141934-kisah-petani-kelapa-sawit-riau-bekerja-di-tengah-kabut-asap-006-isn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8081766/original/010344300_1780927995-A21E2F91-5C8B-4922-8C08-0F4BC950ADCF.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8197188/original/051768600_1781055569-3d91add3-64a3-4e95-a067-495458091562.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8199391/original/044217200_1781057893-2e1644af-b1c7-4f49-b303-61ec31cc4ece_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3626295/original/027885300_1636365579-8_november_2021-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876292/original/002461400_1719462328-fotor-ai-20240627112338.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4260905/original/096870900_1671007456-20221214-Sam-Bankman-Fried-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)