Jakarta – Anggota DPR Komisi VIII uhamad Abdul Azis Sefudin meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, khususnya akibat fluktuasi nilai tukar Rupiah. Menurutnya, dinamika geopolitik global turut berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
“Adanya kondisi geopolitik yang panas di belahan dunia lainnya seperti penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat, perang Rusia-Ukraina yang belum usai, serta persoalan di wilayah Greenland, tentunya kondisi ini juga harus diantisipasi karena berpengaruh terhadap kondisi ketidakpastian nilai tukar Rupiah terhadap dolar,” kata Azis, Sabtu (24/1/2026).
BACA JUGA:IHSG Sepekan Terpangkas 1,37%, Kapitalisasi Pasar jadi Rp 16.244 Triliun
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke Level Rp 16.820, Intip Prediksi Pekan Depan
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Diramal Menguat, Tapi Masih di Level Segini
BACA JUGA:Kurs Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Hari Ini 23 Januari 2026
Bukan tanpa alasan, dia menjelaskan fluktuasi nilai tukar Rupiah berpengaruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji karena pembayaran haji menggunakan tiga mata uang yang terdampak apabila terjadi ketidakpastian ekonomi global.
“Nilai tukar Rupiah hari ini sudah mendekati 17.000 per dolar AS. Ini sangat berpengaruh karena penyelenggaraan haji menggunakan pembayaran dengan tiga mata uang: Rupiah, SAR, dan Dolar,” ujar Azis.
Menurut dia, pemerintah perlu menyiapkan mitigasi untuk menjaga stabilitas pembiayaan agar pelemahan Rupiah tidak menjadi beban tambahan bagi jamaah haji.
“Nah bagaimana mitigasi kita untuk menjaga nilai Rupiah dan tidak beban bagi jamaah kita,” pungkas dia.
/2025/12/09/182562731.jpg)
/2025/07/30/1831788301.jpg)
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/09/02/1600387136.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482773/original/088693500_1769248512-WhatsApp_Image_2026-01-24_at_12.48.38.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481180/original/027794800_1769080058-Raker_Komisi_XI_DPR_RI_dengan_Otoritas_Jasa_Keuangan__OJK_-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480424/original/059633200_1769056058-Foto_1_.JPG.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5342655/original/057756700_1757397640-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482999/original/031033400_1769314652-9562cdc2-e376-4f0d-9aa8-3199ad3851eb.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3259814/original/014290800_1602033336-34c3bb73-b113-4f07-b612-8f8955ea82a5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1308848/original/001411100_1470395135-20160805-Pedagang-Daging-Sapi-Jakarta--Angga-Yuniar4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3137583/original/087265500_1590562334-tiktok-5064078.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2806419/original/068811000_1557917958-20190515-Impor-Daging-Beku-Naik-saat-Ramadan-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482802/original/091920300_1769253611-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_22.21.11.jpeg)