Jakarta – Perkembangan perekonomian Indonesia hingga awal 2026 menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dan tekanan inflasi dunia. Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga energi dan memperlambat aktivitas ekonomi global.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro mengatakan sampai dengan akhir Maret 2026, ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik mendorong kenaikan harga energi dan berdampak pada aktivitas perekonomian global.
BACA JUGA:Peran Penting Dana Desa, Berantas Kemiskinan hingga Pemerataan Infrastruktur
BACA JUGA:Belanja Pemerintah Capai Rp 815 Triliun per Maret 2026
“Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah menjaga APBN sebagai peredam gejolak, sementara sektor manufaktur masih bertahan di zona ekspansi baik di global ataupun domestik, menandakan ekonomi tetap berjalan meski melambat,” ujar Deni dalam siaran pers APBN KiTa Maret 2026, Kamis (30/4/2026).
Di tengah situasi tersebut, Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan ekonomi yang relatif kuat dibandingkan banyak negara lain. Hal ini tercermin dari kinerja eksternal yang tetap solid, termasuk surplus neraca perdagangan yang berlanjut serta ekspor yang tetap terjaga.
“Indonesia tetap memiliki resiliensi yang kuat dengan buffer ekonomi yang relatif baik dibanding negara lain, ditengah proyeksi ekonomi global yang melemah disertai tekanan inflasi yang meningkat membuat ruang gerak ekonomi dunia semakin sempit,” jelasnya.
Deni menuturkan ketahanan ini tercermin dari surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan serta kinerja ekspor yang tetap solid, sementara peningkatan impor yang didominasi bahan baku dan barang modal menunjukkan aktivitas produksi dan investasi domestik yang masih ekspansif.



/2025/11/16/286820506p.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5415612/original/089270400_1763382320-033a1940-a31e-482e-a04a-cd8ea7ac3e55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3108428/original/037610200_1587472665-20200421-Kali-Besar-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4942186/original/049412400_1726051385-IMG_0417.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3645574/original/045170800_1637942332-IMG_20201117_174756.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149801/original/005983200_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571482/original/004128600_1777626376-1000034174.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571134/original/039908800_1777605179-Screenshot_2026-05-01_094542.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571100/original/018674900_1777603386-1000305874.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4540522/original/009415000_1692185205-Polusi-Udara-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4366852/original/024313500_1679394801-20230321-Pelaporan-SPT-Karyawan-dan-Staf-Kesekjenan-DPR-Tallo-x.jpg)