Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Wibowo menilai aksi lepas saham oleh investor asing dari pasar modal Indonesia terjadi lantaran mereka bertindak mengekor acuan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Oleh karena itu, ia mengimbau investor domestik untuk tetap rasional dan berpatokan pada fundamental emiten agar tidak terseret kepanikan.
Drajad meyakini pelaku pasar dalam negeri memiliki pemahaman yang jauh lebih mendalam terhadap kondisi riil ekonomi maupun kinerja perusahaan di Indonesia, sehingga mampu mengambil keputusan investasi secara mandiri.
BACA JUGA:Daftar 10 Perempuan Terkaya di Afrika 2026
BACA JUGA:MSCI Bakal Umumkan Status Pasar Saham Indonesia Juni 2027, Kenapa?
Yang asing kan karena ikut MSCI, padahal indeks maupun analisis kan bukan hanya MSCI. Jadi ya tidak apa-apa kalau mereka melakukan itu, ujar Drajad saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Drajad menekankan bahwa ketahanan investor domestik merupakan kunci utama penopang pasar modal saat tekanan aksi jual (net sell) asing terjadi. Ia bahkan menganggap penurunan harga saham akibat sentimen MSCI ini justru menjadi momentum emas bagi investor lokal untuk mengoleksi saham-saham berkualitas dengan harga diskon.
Malah mungkin dengan asing keluar dan harga turun, investor dalam negeri silakan \’serok\’ saja sekarang, kata Drajad.
Kendati mengkritik ketergantungan pasar terhadap acuan indeks global, Drajad menegaskan bahwa pemerintah bersama regulator akan terus melanjutkan reformasi tata kelola pasar modal Indonesia, terlepas dari apa pun keputusan MSCI.
Di saat yang sama, ia kembali mengingatkan para pelaku pasar untuk terus memperkuat model analisis internal agar tidak mudah goyah atau panik setiap kali terjadi pergeseran sentimen global.
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
/2025/07/14/1115202590.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375288/original/014736400_1792137857-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_14.37.29.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371761/original/067679800_1791804950-AP26285357585394.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375274/original/063521000_1792137427-email-attachment_2026_10_16_immanuel-christian_pemerintah-sebut-msci-tidak-selalu-benar-investor-diminta-hitung-risiko-sendiri_IMG_7915.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375286/original/049769500_1792137815-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_14.37.56.jpeg)