Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya percepatan pengembangan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa. Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang membahas arah pembangunan transportasi nasional ke depan.
Menurut AHY, pengembangan jaringan kereta Trans SUmatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi merupakan mandat strategis pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
BACA JUGA:Bangun Jalur Kereta Api Luar Jawa, Pemerintah Butuh Rp 1.200 Triliun
BACA JUGA:Krisna Bayu Jadi CdM Asian Beach Games 2026
BACA JUGA:AHY Turun Langsung ke Pesisir, Tinjau Hunian Nelayan Berkonsep Terpadu
Moda transportasi berbasis rel dinilai tidak hanya mampu memperlancar mobilitas penumpang, tetapi juga distribusi logistik yang selama ini masih bertumpu pada transportasi darat berbasis jalan.
“Kereta antar kota, kereta antar provinsi, tapi juga sekali lagi kereta yang bisa meningkatkan produktivitas berbagai daerah karena kita bisa menurunkan biaya transportasi logistik. Selain kereta bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi juga secara khusus bisa mengurangi emisi karbon,” kata AHY di Stasiun Tanah Abang, Rabu (22/4/2026).
Ia juga menyoroti kontribusi sektor transportasi terhadap emisi karbon. Saat ini, transportasi darat yang didominasi kendaraan pribadi menyumbang sekitar 89% emisi karbon, sementara kereta api kurang dari 1%.
Karena itu, pengembangan kereta dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung target penurunan emisi sekaligus mengurangi beban jalan raya.


/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2025/10/22/1390853416.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383135/original/032012200_1760622391-IMG_8063.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5204223/original/097954100_1745994907-IMG-20250430-WA0006.jpg)
/2025/03/10/810046101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
/2025/04/21/1136190158.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563080/original/090654600_1776846991-1000296431.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4924083/original/020178500_1724226549-Screenshot_20240821_140319_Samsung_Notes.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4448954/original/060147200_1685534946-20230531-Jadwal-KRL-Commuterline-Tallo-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)