Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengungkap, ada potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 9.000 buruh di berbagai sektor. Butuh industri tekstil dan plastik disebut menjadi yang paling banyak terdampak.
Said Iqbal mengaku, telah mendapat laporan dari serikat buruh di pabrik-pabrik. Diperkirakan ada 10 pabrik yang melakukan efisiensi. Meski, dia belum mau mengungkap nama-nama pabrik yang akan mengurangi karyawan.
BACA JUGA:Buruh KSPI Enggan Ikut Peringatan May Day di Monas, Ini Alasannya
BACA JUGA:Buruh Usul Dua Hal Ini Buat Redam Potensi PHK
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Kado untuk Buruh Saat Peringatan May Day 2026, Apa Itu?
10 perusahaan ini, dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan lebih, terutama di industri plastik dan industri tekstil, saat ini tercatat 9 ribu berpotensi (PHK), ujar Iqbal dalam konferensi pers daring, Jumat (17/4/2026).
Dia mengungkap, beberapa sektor industri yang terdampak perang Amerika Serikat-Israel dan Iran. Salah satunya imbas kenaikan harga bahan baku, seperti plastik, seperti industri tekstil, garmen, hingga sebagian otomotif dan petrokimia.Â
Tekanan kenaikan harga BBM untuk industri serta kenaikan harga bahan baku menjadi dua alasan perusahaan melakukan efisiensi. Iqbal menyebut, biaya yang dipangkas adalah untuk karyawan sehingga dikhawatirkan berujung pada PHK.
Semua menyatakan kemungkinan besar akan melakukan efisiensi kalau perang terus berlalu-lalu, kata Iqbal.
Harga BBM dan Biaya Bahan Baku
Iqbal menjelaskan, setidaknya dua faktor yang berpengaruh paling besar kepada perusahaan dan berujung potensi PHK. Pertama, kekhawatiran naiknya harga BBM.
Lantaran, sektor industri tersebut diarahkan untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi. Kekhawatiran kenaikan harga BBM bisa membebani operasional perusahaan.
Pabrik-pabrik ini akan melakukan efisiensi. Karena ongkos produksi naik, efisiensinya adalah di labor cost, di biaya buruh, untuk melakukan penekanan biaya buruh adalah pengurangan karyawan, itu berarti terjadi PHK, tutur Iqbal.

/2026/02/05/898319651.jpg)
/2021/09/27/1792105962.jpg)
/2026/01/28/1419203316.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5159730/original/096915100_1741756812-minyak_kita.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554591/original/013621900_1776078069-Menteri_PKP__Maruarar_Sirait_dan_Ketua_Dewan_Komisioner_OJK__Friderica_Widyasari_Dewi_saat_konferensi_pers-13_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554581/original/048393600_1776077418-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Pemukiman__PKP__Maruarar_Sirait-13_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550270/original/074079300_1775645927-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5557625/original/042658000_1776345933-a4b4971b-2079-4719-b00a-be6b2f5078a3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552311/original/011667500_1775806441-0L5A8444.jpg)