Jakarta – Perusahaan penerbit stablecoin yakni Tether menunjuk KPMG untuk melakukan audit laporan keuangan pertama. Hal ini membawa firma akuntansi Big Four untuk mengaudit penerbit USDT senilai USD 184 miliar setelah bertahun-tahun mengandalkan pengesahan pada waktu tertentu.
Mengutip the block, ditulis Sabtu (28/3/2026), perusahaan yang berbasis di El Salvador ini juga telah menyewa Big Four firma akuntansi lainnya yakni PwC untuk membantu mempersiapkan sistem internalnya untuk audit itu, demikian dilaporkan Financial Times pada Jumat pekan ini, mengutip sumber yang mengetahui hal itu.
BACA JUGA:Morgan Stanley Mengajukan Permohonan ETF Bitcoin Murah
BACA JUGA:Aturan Pajak Kripto Baru AS Picu Pro-Kontra, Bitcoin Tak Masuk Pengecualian
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 28 Maret 2026: Bitcoin Cs Kompak Tertekan
Perkembangan ini memberikan nama pada pengumuman Tether pada Selasa pekan ini kalau telah memulai penugasan formal dengan firma akuntansi Big Four untuk menyelesaikan audit laporan keuangan independent lengkap pertamanya. Saat itu, perseroan belum menyebutkan nama firma tersebut.
Kepercayaan dibangun ketika lembaga bersedia membuka diri sepenuhnya terhadap pengawasan,” ujar CEO Tether Paolo Ardoino pada Selasa pekan ini.
Audit itu, menurut dia mewakili kerja keras selama bertahun-tahun untuk memperkuat sistem sehingga Tether dapat memenuhi standar tertinggi yang diterapkan dalam keuangan global.
USDT milik Tether adalah stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Menurut dasbor data the Block, total pasokan stablecoin mencapai USD 298,9 miliar. USDT menyumbang USD 184,2 miliar. Terbesar kedua yakni USDC milik Circle yang memiliki kapitalisasi pasar hampir USD 80 miliar.
Sebelumnya, perusahaan tersebut menerbitkan pernyataan bulanan dari BDO Italia yang mengkonfirmasi bahwa USDT didukung oleh aset yang diklaim Tether. Laporan-laporan tersebut tidak mencakup audit laporan keuangan lengkap yang akan dilakukan KPMG, menurut laporan FT.
Upaya Tether untuk melakukan audit lengkap dilakukan setelah penasihat perusahaan mengusulkan penggalangan dana sebesar USD 5 miliar, turun dari pembicaraan sebelumnya sebesar USD 15 miliar hingga USD 20 miliar yang terkait dengan valuasi USD 500 miliar, menurut laporan tersebut.
Angka yang direvisi tersebut mewakili pengurangan 75% dari batas atas target awal dan muncul setelah Tether melaporkan laba sekitar USD 10 miliar tahun lalu.
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2026/02/05/2066631370.jpg)
/2025/05/09/1153526562.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537754/original/037324300_1774438747-1000271973.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543092/original/027532400_1775014076-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_10.02.51.jpeg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881264/original/019311900_1719914456-20240702-Mall_Pelayanan_Publik-HER_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508696/original/058250100_1771586403-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3955588/original/090119900_1646713189-20220308-Harga-Bensin-AS-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468580/original/049228800_1767958127-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-_9_Januari_2026-1.jpg)