Jakarta – Warga Amerika Serikat (AS) dinilai lambat untuk menerima kripto dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang ditunjukkan dalam survei terbaru. Hal ini seiring skeptisisme publik yang luas mengenai kripto dan AI menciptakan potensi konflik bagi kandidat pemimpin yang mendapatkan manfaat dari masuknya kontribusi dari kedua industri itu.
Hal itu berdasarkan jajak pendapat POLITICO seperti dikutip dari Yahoo, ditulis Senin (4/5/2026).
BACA JUGA:Harga Toncoin Naik 3%, Volume Transaksi Tembus USD 95 Juta
BACA JUGA:Harga Bitcoin Sempat Sentuh USD 80.000, Ini Pemicunya
BACA JUGA:Warren Buffett Ingatkan Investor soal Risiko Kripto
Kelompok-kelompok politik kaya raya yang terkait dengan AI dan kripto dengan cepat membentuk kembali lanskap keuangan untuk pemilihan paruh waktu. Namun, banyak warga AS tidak nyaman dengan industri yang turut menyokong calon dalam pemilihan umum.
Kelompok-kelompok ini menggelontorkan jutaan dolar AS saat pemilihan 2026 untuk mengangkat politikus yang diyakini akan mendukung agenda mereka di Washington, AS.
Sementara itu, warga AS lambat untuk menerima perkembangan dua teknologi itu. Sebanyak 45% warga Amerika Serikat mengatakan investasi dalam  kripto tidak sepadan dengan risikonya, bahkan jika dapat menghasilkan keuntungan tinggi. Sementara itu, sebanyak 44% mengatakan AI berkembang terlalu cepat, menurut survei April yang dilakukan oleh perusahaan independen Public First.
Hampir setengah dari warga Amerika Serikat mengatakan lebih mempercayai bank tradisional dengan uang mereka daripada platform kripto, sementara hanya 17% yang mengatakan sebaliknya. Di sisi lain, dua pertiga mendukung para pembuat undang-undang untuk memberlakukan peraturan yang ketat atau menetapkan prinsip-prinsip umum untuk industri AI.
Hasil tersebut memunculkan tantangan baru bagi industri-industri tersebut karena super PAC yang bersekutu dengan mereka berupaya menerjemahkan kekuatan finansial menjadi pengaruh politik. Beberapa kelompok ini sudah menjadi pemain paling dominan di medan pertempuran politik, menghabiskan banyak uang untuk kandidat dari kedua kubu dan dalam beberapa kasus menyaingi penggalangan dana kelompok partai yang sudah lama berdiri.



/2025/07/21/1090921824.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523299/original/026180000_1772800697-IMG_0755.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565685/original/015970400_1777073651-WhatsApp_Image_2026-04-25_at_06.24.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5573310/original/062516500_1777888921-IMG_4199.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567464/original/020192000_1777281872-IMG_2719.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5572666/original/009246600_1777864313-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_09.41.03_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571829/original/093118300_1777704198-AP26122040085377.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494446/original/004987900_1770289836-Wakil_Menteri_Keuangan_Juda_Agung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571309/original/088082300_1777615901-bur1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3977328/original/018204200_1648468441-FOTO.jpg)