Jakarta – Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali memperingatkan kemungkinan terjadinya kejatuhan besar pasar saham dalam waktu dekat.
Melalui unggahan di media sosial X pada 9 Maret, Kiyosaki mengatakan bahwa pasar keuangan global berpotensi mengalami krisis besar pada 2026. Ia bahkan menyebut dampaknya bisa lebih buruk dibandingkan krisis keuangan global 2008.
BACA JUGA:MTEL Gaet ZTE Kembangkan Solusi Efisiensi Jaringan
BACA JUGA:BUMI: Konflik Timur Tengah Belum Berdampak ke Operasional
BACA JUGA:IHSG Hari Ini 12 Maret 2026 Turun 0,37%, Investor Asing Borong Saham Rp 1 Triliun
Peringatan tersebut ia kaitkan dengan sejumlah masalah yang menurutnya belum terselesaikan sejak krisis 2008, termasuk tingginya tingkat utang global.
“Dalam Rich Dad’s Prophecy (2013), saya memperingatkan bahwa kejatuhan pasar saham terbesar dalam sejarah masih akan datang… Pada 2026, saya berharap saya salah. Namun saya khawatir kejatuhan itu kini sedang mendekat,” tulis Kiyosaki dikutip dalam news.bitcoin.com, Kamis (12/3/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya pernah memperingatkan mengenai potensi kegagalan Lehman Brothers, yang kemudian benar-benar bangkrut pada puncak krisis keuangan global 2008.
Menurut Kiyosaki, berbagai masalah struktural yang menyebabkan krisis tersebut sebenarnya belum sepenuhnya diselesaikan.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2024/03/28/880123798.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219630/original/083296100_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529355/original/013183400_1773327457-IMG_0251.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5254460/original/079028500_1750124342-Bank_Mandiri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528100/original/086055000_1773238557-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.27.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528113/original/009665700_1773239757-Jalan_Tol_Solo-Jogja-NYIA_Kulonprogo_segmen_Prambanan-Purwomartani_beroperasi_secara_fungsional-11_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513260/original/010116400_1772007770-006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)