Jakarta – Mantan Komisioner Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas atau Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Caroline Pham mengatakan, industri kripto memiliki waktu 2,5 tahun untuk tertanam dalam sistem keuangan. Hal ini sebelum pemerintahan ke depan dapat membalikkan kemajuan regulasi baru-baru ini.
Mengutip Yahoo Finance, Senin (22/6/2026), Pham menilai, adopsi dan pertumbuhan infrastruktur, pada akhirnya akan menentukan apakah kripto menjadi permanen. Jika Anda memiliki bitcoin di setiap akun pialang, Anda tidak dapat membatalkannya,” kata dia.
BACA JUGA:Bank Asal Korea Selatan Ini Gandeng Solana Ekspansi Blockchain
BACA JUGA:Partai Republik di AS Lebih Banyak Adopsi Kripto
Skala Adalah Pertahanan Terbaik Industri
Pham menunjuk pada pertumbuhan pesat di seluruh stablecoin dan tokenisasi keuangan sebagai bukti kripto sudah bergerak melampaui asal usulnya yang khusus.
Pham mencatat, stablecoin memproses sekitar US$ 28 triliun dalam volume transaksi dalam satu kuartal. Sementara itu, transaksi perjanjian pembelian kembali tokenisasi sekarang sekitar US$ 10 triliun per bulan di jaringan blockchain.
Dia juga menyebutkan, peningkatan partisipasi dari lembaga keuangan tradisional, termasuk JPMorgan Chase & Co. Hal ini dengan alasan bank-bank besar semakin membangun dan mengoperasikan infrastruktur on-chain sendiri. “Ini adalah peningkatan skala penuh pada sistem keuangan,” ujar Pham.
Kongres dan Regulator Harus Bergerak Bersama
Pham menuturkan, jalan terbaik bagi industri ini adalah pendekatan “jalur ganda”. Kongres memajukan legislasi sementara regulator terus membuat peraturan secara paralel.
Ia menunjuk pada Rancangan Undang-Undang (RUU) Clarity yang sedang menunggu persetujuan sebagai bagian penting dari upaya tersebut. Hal ini sambil mencatat pembuatan peraturan oleh lembaga sering kali membutuhkan waktu 12-18 bulan dari proposal hingga implementasi. Hal ini karena jangka waktu itu, ia menilai, regulator tidak mampu menunggu Kongres sebelum bergerak maju.



/2025/10/07/2002674624.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674212/original/048639800_1701747087-thought-catalog-I0TDRP0fj6Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)