Jakarta – Berdasarkan perusahaan intelijen blockchain Arkham, pemegangn bitcoin (BTC) terbesar bukan bursa, manajer investasi dan pemerintah. Itu adalah sosok anonim yang menciptakan kripto ini sejak awal. Menurut Arkham, kepemilikan tersebut masih jauh lebih besar daripada gabungan semua institusi besar.
Mengutip Yahoo Finance, Minggu, (21/6/2026), riset terbaru Arkham yang mengelompokkan dompet blockchain ke dalam entitas yang dapat diidentifikasi menunjukkan Satoshi Nakamoto mengendalikan sekitar 1,09 juta BTC, senilai hampir US$ 72 miliar atau Rp 1.282 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.820) dengan harga saat ini.
BACA JUGA:Harga Kripto 21 Juni 2026: Bitcoin dan Ethereum Melesat
BACA JUGA:Bitcoin Terancam Turun, Analis Ingatkan Trader Jangan Panik
Angka itu mewakili 5,5% dari seluruh pasokan bitcoin yang beredar, sebuah kepemilikan yang belum pernah ditandingi oleh bursa, penerbit exchange traded fund (ETF), atau kas perusahaan manapun.
Bagaimana Kepemilikan Itu Dibangun?
Metodologi Arkham bergantung pada apa yang disebut peneliti sebagai pola Patoshi. Ini sebuah tanda tangan penambangan yang diidentifikasi di seluruh blok paling awal di jaringan bitcoin.
Analisis perusahaan menunjukkan Nakamoto mengumpulkan simpanan ini untuk menambang sekitar 22.000 blok pada masa awal bitcoin. Ini jauh sebelum aset itu memiliki nilai pasar yang berarti.
Dompet-dompet tersebut hampir tidak tersentuh sejak saat itu, menjadikan kepemilikan Nakamoto bukan lagi posisi perdagangan, melainkan posisi permanen di puncak hierarki kepemilikan Bitcoin. Setelah Nakamoto, pemegang terbesar berikutnya yakni perusahaan dan institusi, bukan individu.
Coinbase memegang posisi entitas terbesar kedua dengan 970.000 BTC. Hal itu mencakup saldo kustodian pelanggan dan kepemilikan bursa itu sendiri.



/2022/09/19/1807085102.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876379/original/036269200_1719466194-fotor-ai-2024062712298.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261007/original/080183600_1781673033-Menteri_Koperasi__Ferry_Juliantono-17_Juni_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376375/original/028810100_1760002555-IMG-20251009-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263343/original/027457000_1781885353-a623d3e7-4c78-48f4-81d1-da023e2e7401.jpeg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149801/original/005983200_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263145/original/015259900_1781860508-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_15.08.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3546822/original/083135400_1629502044-063_957037002.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)