Jakarta – Popularitas aset kripto yang terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir membawa konsekuensi serius di balik peluang keuntungan besar. Seiring semakin banyaknya masyarakat yang berinvestasi pada aset digital, kejahatan kripto global juga mengalami lonjakan signifikan, baik dalam bentuk peretasan, penipuan, hingga aksi kekerasan fisik.
Dilansir dari BBC, Rabu (21/1/2026), data terbaru menunjukkan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang sangat “menguntungkan” bagi para penjahat kripto, dengan total pencurian aset digital mencapai lebih dari USD 3,4 miliar atau atau sekitar Rp 57,6 triliun (kurs USD 1 = Rp 16.960).
BACA JUGA:Penjahat Kripto Gasak Rp 11,8 Triliun, Korban Hanya Dapat Menyaksikan Dana Raib di Blockchain
BACA JUGA:Jutawan Bitcoin Meningkat, Kebocoran Data Jadi Ladang Baru Kejahatan Kripto
BACA JUGA:Korea Selatan Ungkap Jaringan Pencurian Kripto, Transaksinya Tembus Rp 1,8 Triliun
Survei yang dilakukan untuk Otoritas Pengawasan Keuangan Inggris (Financial Conduct Authority/FCA) pada Agustus 2024 mengungkapkan sekitar 12 persen atau sekitar 7 juta orang dewasa Inggris kini memiliki aset kripto.
Secara global, jumlah pemilik kripto diperkirakan telah menembus 560 juta orang. Lonjakan ini dipicu oleh pandemi yang mendorong kenaikan tajam nilai koin kripto, sekaligus membuka celah besar bagi pelaku kejahatan siber.
Awalnya, sebagian besar pencurian kripto menyasar perusahaan besar dan bursa aset digital. Namun dalam dua tahun terakhir, tren bergeser. Investor individu, yang sering kali minim perlindungan hukum dan keamanan, kini menjadi target utama.
Bahkan, sejumlah kasus menunjukkan bahwa kejahatan kripto tak lagi sebatas dunia maya, tetapi merambah ke perampokan dan penculikan di dunia nyata. Fenomena ini menjadi alarm keras bagi regulator, pelaku industri, dan investor ritel bahwa risiko kripto kini jauh melampaui fluktuasi harga semata.
/2025/12/09/182562731.jpg)
/2025/07/30/1831788301.jpg)
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/09/02/1600387136.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480424/original/059633200_1769056058-Foto_1_.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4739433/original/003170600_1707531269-20240210-Sembahyang_Imlek-ANG_11.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5342655/original/057756700_1757397640-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482999/original/031033400_1769314652-9562cdc2-e376-4f0d-9aa8-3199ad3851eb.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3259814/original/014290800_1602033336-34c3bb73-b113-4f07-b612-8f8955ea82a5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1308848/original/001411100_1470395135-20160805-Pedagang-Daging-Sapi-Jakarta--Angga-Yuniar4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3137583/original/087265500_1590562334-tiktok-5064078.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2806419/original/068811000_1557917958-20190515-Impor-Daging-Beku-Naik-saat-Ramadan-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482802/original/091920300_1769253611-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_22.21.11.jpeg)