Jakarta – Meningkatnya jumlah jutawan Bitcoin di seluruh dunia ternyata membawa konsekuensi serius di balik euforia aset digital. Di tengah lonjakan nilai kripto dan bertambahnya investor bermodal besar, kebocoran data pribadi kini menjadi pintu masuk baru bagi kejahatan kripto.
Para pelaku memanfaatkan basis data hasil peretasan untuk mengidentifikasi individu kaya, lalu menjadikan mereka sasaran empuk penipuan dan pencurian aset digital.
Dilansir dari BBC, Rabu (21/1/2026), pendiri prusahaan kripto Haven Matthew Jones menyebut hilangnya data pribadi telah menjadi masalah sistemik di era kripto. Menurut dia, semakin banyak jutawan Bitcoin, semakin besar pula nilai ekonomi dari data hasil peretasan.
Ada basis data curian yang terus memperkaya daftar target, ujar dia.
Data tersebut kerap diperdagangkan secara ilegal dan dikombinasikan dengan sumber lain untuk memetakan individu beraset besar.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kejahatan kripto tidak lagi bergantung pada peretasan teknologi tingkat tinggi semata. Justru, data konsumen dari sektor non-keuangan kini menjadi bahan bakar utama bagi penipuan kripto.
Informasi sederhana seperti kebiasaan belanja, alamat email, dan nomor telepon dapat berubah menjadi senjata yang mematikan bagi keamanan investor.
Di tengah minimnya perlindungan dan sulitnya pelacakan pelaku, investor kripto dihadapkan pada risiko berlapis, bukan hanya volatilitas harga, tetapi juga ancaman kriminal yang semakin terorganisir.
Salah satu contoh nyata adalah pelanggaran data di Kering, perusahaan induk merek-merek mewah seperti Gucci dan Balenciaga. Menurut seorang peretas, basis data hasil kebocoran tersebut tidak hanya berisi jutaan nama dan detail kontak pelanggan, tetapi juga menunjukkan berapa banyak uang yang dihabiskan seseorang di toko-toko mewah.
/2025/12/09/182562731.jpg)
/2025/07/30/1831788301.jpg)
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/09/02/1600387136.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480424/original/059633200_1769056058-Foto_1_.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4739433/original/003170600_1707531269-20240210-Sembahyang_Imlek-ANG_11.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5342655/original/057756700_1757397640-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482999/original/031033400_1769314652-9562cdc2-e376-4f0d-9aa8-3199ad3851eb.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3259814/original/014290800_1602033336-34c3bb73-b113-4f07-b612-8f8955ea82a5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1308848/original/001411100_1470395135-20160805-Pedagang-Daging-Sapi-Jakarta--Angga-Yuniar4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3137583/original/087265500_1590562334-tiktok-5064078.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2806419/original/068811000_1557917958-20190515-Impor-Daging-Beku-Naik-saat-Ramadan-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482802/original/091920300_1769253611-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_22.21.11.jpeg)