Jakarta – Raksasa perbankan Amerika Serikat, JPMorgan Chase, resmi mengajukan dokumen ke Securities and Exchange Commission (SEC) untuk meluncurkan dana pasar uang atau money market fund berbasis tokenisasi di jaringan Ethereum.
Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu (13/5/2026), produk tersebut diberi nama OnChain Liquidity-Token Money Market Fund dengan kode JLTXX. Dana ini dirancang untuk menyimpan cadangan stablecoin dalam struktur investasi yang diatur secara resmi, mirip aset tunai, sekaligus memberikan imbal hasil bagi investor.
BACA JUGA:JPMorgan Ragu Pertumbuhan Kapitalisasi Pasar Stablecoin
BACA JUGA:JPMorgan Sebut Tokenisasi Bakal Genjot Perubahan di Industri Keuangan
BACA JUGA:JP Morgan: Indonesia Jadi Negara Ke-2 Paling Tahan Krisis Energi di Dunia
Berdasarkan dokumen SEC, dana tersebut akan berinvestasi pada surat utang jangka pendek pemerintah AS atau Treasury bills serta instrumen repurchase agreement semalam yang dijamin obligasi pemerintah AS maupun kas.
Langkah ini disebut selaras dengan GENIUS Act, regulasi terkait stablecoin yang ditandatangani pada Juli lalu.
Investor yang ingin masuk ke produk ini diwajibkan memiliki investasi minimum sebesar USD1 juta. Sementara biaya tahunan yang dikenakan hanya 0,16% setelah pengurangan biaya tertentu.
Unit blockchain JPMorgan, Kinexys Digital Assets, akan mengelola strategi investasi dana tersebut.
Meski dokumen regulasi disebut mulai efektif pada Rabu, JPMorgan belum mengungkap tanggal resmi peluncuran produk itu ke pasar.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4354724/original/020561600_1678519431-2336cfe5-9e26-41ff-bc19-6aaebba63ed8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1129521/original/070433500_1454399964-20160202-Reaksi-Presiden-FSPMIKSPI-Terkait-Tutupnya-Dua-Perusahaan-Raksasa-Elektronik-Helmi-tebe-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5700108/original/038248400_1778579903-IMG-20260512-WA0075.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5734873/original/051649600_1778630145-meskipun-ekspor-melemah-cadangan-devisa-ri-masih-meningkat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5748550/original/098447200_1778648323-Bank_Indonesia__BI__mulai_memusnahkan_uang_rupiah_palsu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5706488/original/093486400_1778589639-1000315954.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5707007/original/003371200_1778590317-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_18.46.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980727/original/003754900_1648714870-20220331-Laporan-SPT-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562645/original/032091900_1776835694-1000296203.jpg)