Jakarta – Harga bitcoin (BTC) menguat tipis dalam 24 jam terakhir. Namun, harga bitcoin sempat bergerak di level USD 70.200 atau Rp 1,18 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.900). Analis menilai, salah satu pendorong harga bitcoin dipicu pengumuman inflasi Amerika Serikat (AS).
Mengutip data coinmarketcap.com, harga bitcoin naik 0,34% dalam 24 jam terakhir. Namun, sepekan terakhir, harga bitcoin merosot 3,13%. Saat ini, harga bitcoin tembus USD 69.824 atau Rp 1,17 miliar.
BACA JUGA:Robert Kiyosaki Ingatkan Ancaman Crash Saham di 2026: Sarankan Investasi Emas dan Bitcoin
BACA JUGA:Miliarder Arthur Hayes Tak akan Beli Bitcoin Sekarang, Ini Alasannya
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 12 Maret 2026: Bitcoin dan Ethereum Menghijau
Sementara itu, harga Ethereum (ETH) melonjak 1,04% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga Ethereum terpangkas 2,73%. Kini, harga Ethereum berada di posisi USD 2.043,70 atau Rp 34,52 juta.
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha menuturkan, Bitcoin (BTC) sempat naik ke resistance USD 71.000 sebelum akhirnya bergerak stabil di kisaran USD 70.000 pada Kamis pagi, 12 Maret 2026.
“Pergerakan ini merupakan respons positif pasar terhadap rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS Februari yang tercatat sebesar 2,4%, sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi para analis,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).
Data Inflasi & Respons The Fed
Inflasi inti (Core CPI) tercatat melambat menjadi 0,2% (MoM), turun dari Januari sebesar 0,3%. Secara tahunan (YoY), inflasi inti bertahan di angka 2,5%. Meskipun data ini membawa kelegaan sesaat, para ahli memperingatkan angka Februari belum mencerminkan dampak perang AS-Iran yang telah meroketkan harga bahan bakar dan energi belakangan ini.
Pasar kini hampir dipastikan (probabilitas 99%) melihat The Federal Reserve (the Fed) akan menahan suku bunga pada pertemuan 18 Maret 2026. Sementara itu, peluang pemangkasan suku bunga pada April merosot tajam menjadi hanya 11%, mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap inflasi yang masih berada di atas target 2% Fed.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2024/03/28/880123798.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219630/original/083296100_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529355/original/013183400_1773327457-IMG_0251.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5254460/original/079028500_1750124342-Bank_Mandiri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528100/original/086055000_1773238557-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.27.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528113/original/009665700_1773239757-Jalan_Tol_Solo-Jogja-NYIA_Kulonprogo_segmen_Prambanan-Purwomartani_beroperasi_secara_fungsional-11_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513260/original/010116400_1772007770-006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)