Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) sempat menguat mendekati level USD 75.000 setelah ada kabar kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada Jumat dini hari, 17 April 2026. Sentimen positif dari meredanya tensi geopolitik ini mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Berdasarkan data pasar, Bitcoin naik dari level intraday sekitar USD 73.000 ke kisaran USD 74.800–USD 75.000 setelah pengumuman tersebut. Kenaikan ini sekaligus menghapus pelemahan yang terjadi di awal perdagangan, seiring optimisme bahwa konflik di Timur Tengah dapat mereda dan membuka ruang negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran.
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 18 April 2026: Mayoritas Menguat, Bitcoin Parkir di Zona Hijau
BACA JUGA:Harga Bitcoin Turun ke Level Segini di Tengah Tekanan Pasar
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 17 April 2026: Bitcoin Cs Kompak Menghijau
Namun, penguatan Bitcoin tidak berlangsung tanpa hambatan. Tekanan muncul setelah rilis data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja masih kuat. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal (initial jobless claims) turun menjadi 207.000, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 213.000.
Data ini memicu pelemahan harga Bitcoin dari sekitar USD 75.000 ke level USD 74.600 sebelum akhirnya stabil kembali di kisaran US$74.800. Kuatnya pasar tenaga kerja meningkatkan kemungkinan bahwa The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga, sehingga membatasi likuiditas di pasar dan menekan aset berisiko seperti kripto.
Selain itu, data inflasi AS juga menunjukkan sinyal campuran. Inflasi CPI tercatat sebesar 3,3% pada Maret, sedikit di bawah ekspektasi, namun meningkat dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, inflasi produsen (PPI) berada di level 4%, lebih rendah dari perkiraan, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong kebijakan pelonggaran moneter dalam waktu dekat.

/2025/08/31/663872302.jpg)
/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2026/02/05/898319651.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5557560/original/040351900_1776334899-WhatsApp-Image-2026-04-15-at-19-41-45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347730/original/064079400_1678087559-20230306-Ekonomi-China-AP-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558566/original/098264900_1776425951-IMG_3685.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558555/original/036340500_1776424754-Menteri_PKP__Maruarar_Sirait__saat_konferensi_pers_di_Wisma_Danantara-17_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)