Jakarta – Dua aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), sempat merosot ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir pada awal Juni. Meski demikian, banyak analis menilai pasar kripto belum sepenuhnya mencapai titik terendah atau bottom pada siklus saat ini.
Perdebatan pun muncul mengenai aset mana yang akan lebih dulu menemukan titik dasar harga, Bitcoin atau Ethereum.
BACA JUGA:Bitcoin Terancam Turun, Analis Ingatkan Trader Jangan Panik
BACA JUGA:Harga Bitcoin Masih Lesu, Ini Prediksi Bos Coinbase dan Binance
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Menguat, Ethereum Lesu
Analis kripto yang dikenal di platform X dengan nama Ted menilai Ethereum memiliki peluang lebih besar untuk mencapai bottom lebih dahulu dibandingkan Bitcoin. Menurut dia, sebagian besar likuiditas di sisi bawah telah terserap dan harga ETH berpotensi turun ke kisaran US$ 1.300 hingga US$ 1.400.
Namun setelah itu, likuiditas di sisi atas akan mulai terlihat lebih menarik, kata Ted dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (20/6/2026).
Tak lama setelah itu, Ethereum sempat turun di bawah level penting US$ 1.700. Ted memperingatkan bahwa aset tersebut masih berpotensi melemah sekitar 5% hingga 6% jika gagal kembali menembus level tersebut.



/2025/08/28/1643206319.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617284/original/010929700_1635503741-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-1.jpg)







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)