• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Ramadan-Lebaran 2026 Topang Industri Makanan dan Minuman, Sumbang 7% ke PDB

Ramadan-Lebaran 2026 Topang Industri Makanan dan Minuman, Sumbang 7% ke PDB

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-02-16
0

Ramadan-Lebaran 2026 Topang Industri Makanan dan Minuman, Sumbang 7% ke PDB

wmhg.org – JAKARTA. Sektor manufaktur makanan dan minuman (mamin) dinilai masih akan menjadi penopang penting ekonomi nasional pada kuartal I-2026 ini, seiring momentum Ramadan dan Lebaran 2026.

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet memprediksi, manufaktur makanan dan minuman dapat berkontribusi 6,5% hingga 7% terhadap Produk Domestik Bruto Nasional (PDB) nasional pada kuartal pertama tahun ini, dengan pertumbuhan sektoral sekitar 5,5%-6% secara tahunan.

Ia mengungkapkan, proyeksi ini berlandaskan pada Ramadan–Lebaran yang tetap menjadi momentum “panen” bagi industri makanan dan minuman.

“Terutama, dengan permintaan yang biasanya naik 30%–40% dibanding bulan normal, serta ikut menggerakkan produksi, distribusi, ritel, hingga sektor hulu,” kata Yusuf kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, periode ini dapat menyumbang 30%–40% ke omzet tahunan industri makanan dan minuman, serta membantu menahan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama di kisaran 5%–5,1%.

Kata Yusuf, hal ini mengingat Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada bulan Maret 2026 membuat puncak belanja sepenuhnya terkonsentrasi di kuartal pertama.

Dibanding tahun lalu, ia memprediksi efek Lebaran 2026 ke industri makanan dan minuman masih positif, tetapi lebih moderat. 

Pasalnya, meskipun arus mudik dan mobilitas bakal meningkat, sektor rumah tangga kini dinilai lebih berhati-hati.

Menurut dia, tekanan biaya hidup dan ketidakpastian global membuat konsumen lebih selektif. Akibatnya, konsumen cenderung memilih produk dengan lebih mempertimbangkan manfaatnya (value for money), alih-alih belanja produk premium.

“Maka, volume penjualan makanan dan minuman masih naik, tetapi nilai transaksi dan margin industri tak setinggi tahun sebelumnya. Apalagi, stimulus fiskal tahun ini juga lebih terbatas,” ujar Yusuf.

Sementara, dari sisi produksi, ia menilai momentum Lebaran tetap jadi katalis positif karena utilisasi kapasitas pabrik makanan dan minuman tahun ini naik ke kisaran 80%–90% dari sebelumnya 60%–70%. Hal ini kata Yusuf menunjukkan permintaan musiman masih cukup kuat untuk menggerakkan mesin industri.

Kendati demikian, Yusuf bilang tantangannya terletak pada biaya. Seperti diketahui, industri makanan dan minuman cukup rentan terhadap tekanan kurs rupiah, lantaran banyak bahan baku yang masih mengandalkan impor. Seperti gandum, gula industri, kedelai, dan susu.

“Saat rupiah melemah, Harga Pokok Penjualan (HPP) naik, sedangkan ruang menaikkan harga jual terbatas karena konsumen makin sensitif,” tuturnya.

Dus, lanjut Yusuf, produsen cenderung mengandalkan efisiensi atau mengecilkan ukuran kemasan makanan dan minuman guna menjaga volume.

Supaya momentum Lebaran tak sekadar mempertahankan volume, menurut Yusuf, pemerintah harus fokus pada stabilitas kurs dan pasokan bahan baku. Juga, memastikan inflasi pangan terkendali agar ruang belanja masyarakat tak tergerus

Pemerintah, lanjutnya, juga perlu memastikan Tunjangan Hari Raya (THR), bantuan sosial (bansos), dan biaya logistik ke daerah-daerah aman terkendali. 

“Dengan begitu, konsumsi tetap jalan dan kinerja industri makanan dan minuman tetap sehat,” tandas Yusuf.

Selanjutnya: Susul 2 Tersangka Lain, Bareskrim Polri Tahan Eks Direktur PT DSI

Menarik Dibaca: 8 Teh Pembakar Lemak agar Berat Badan Turun secara Alami yang Efektif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Siapkan Sejumlah Langkah Stabilisasi

BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Siapkan Sejumlah Langkah Stabilisasi

2026-05-30
Mantan Dubes RI untuk WTO: ASEAN di Titik Terendah Soal Integritas Regional

Mantan Dubes RI untuk WTO: ASEAN di Titik Terendah Soal Integritas Regional

2026-05-27
Saat AI Meledak, Pendiri JD.com Janji Lindungi 900 Ribu Karyawan

Saat AI Meledak, Pendiri JD.com Janji Lindungi 900 Ribu Karyawan

2026-05-30
Bapanas: Kurs Dolar Menguat Tak Berimbas pada Harga Beras SPHP

Bapanas: Kurs Dolar Menguat Tak Berimbas pada Harga Beras SPHP

2026-05-30
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Kinerja Keuangan Tetap Kokoh, BRI Jaga Likuiditas dan Permodalan di Tengah Ketidakpastian Global

Kinerja Keuangan Tetap Kokoh, BRI Jaga Likuiditas dan Permodalan di Tengah Ketidakpastian Global

2026-05-30
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: UBS Alami Penurunan Terbesar, Antam dan Galeri24?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: UBS Alami Penurunan Terbesar, Antam dan Galeri24?

2026-05-30
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Mei 2026 Lebih Mahal Rp 20 Ribu, Simak Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Mei 2026 Lebih Mahal Rp 20 Ribu, Simak Daftar Lengkap di Sini

2026-05-30
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 Mei 2026: Termahal Sentuh Rp 2,4 Juta

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 Mei 2026: Termahal Sentuh Rp 2,4 Juta

2026-05-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Prediksi Harga Emas, Bisa Capai Level Ini di 2030

Prediksi Harga Emas, Bisa Capai Level Ini di 2030

2026-05-30
0
Pelemahan Rupiah Gerus Margin Importir

Pelemahan Rupiah Gerus Margin Importir

2026-05-30
0
Australia Tuntut Raksasa Manufaktur AS Rp 24,9 Triliun, Ada Apa?

Australia Tuntut Raksasa Manufaktur AS Rp 24,9 Triliun, Ada Apa?

2026-05-30
0
Curhat Pedagang Hewan Kurban Minim Pembeli saat Idul Adha 2026

Curhat Pedagang Hewan Kurban Minim Pembeli saat Idul Adha 2026

2026-05-30
0
Satu Juta Tiket Kereta Api Terjual Saat Libur Panjang Idul Adha 2026

Satu Juta Tiket Kereta Api Terjual Saat Libur Panjang Idul Adha 2026

2026-05-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Kinerja Keuangan Tetap Kokoh, BRI Jaga Likuiditas dan Permodalan di Tengah Ketidakpastian Global

Kinerja Keuangan Tetap Kokoh, BRI Jaga Likuiditas dan Permodalan di Tengah Ketidakpastian Global

2026-05-30
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: UBS Alami Penurunan Terbesar, Antam dan Galeri24?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: UBS Alami Penurunan Terbesar, Antam dan Galeri24?

2026-05-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.