• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, September 5, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Sektor Tambang Terkontraksi, APBI: Prospek di Kuartal II-2026 Masih Menantang

    PMI Manufaktur Turun, Kadin Minta Kebijakan Lebih Pro-Industri

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Sektor Tambang Terkontraksi, APBI: Prospek di Kuartal II-2026 Masih Menantang

    PMI Manufaktur Turun, Kadin Minta Kebijakan Lebih Pro-Industri

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Produksi Bioavtur Berbasis Minyak Jelantah Dimulai, Maskapai Hadapi Tantangan Biaya

Produksi Bioavtur Berbasis Minyak Jelantah Dimulai, Maskapai Hadapi Tantangan Biaya

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-05-12
0

Produksi Bioavtur Berbasis Minyak Jelantah Dimulai, Maskapai Hadapi Tantangan Biaya

wmhg.org – JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga mulai merealisasikan produksi komersial Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur berbasis limbah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) sejak Maret 2026. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan implementasi mandatori pencampuran SAF sebesar 1% pada tahun 2027.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong dekarbonisasi sektor penerbangan nasional sekaligus menekan emisi karbon dari penggunaan bahan bakar fosil di industri aviasi.

Meski demikian, pengamat penerbangan Gerry Soejatman menilai implementasi SAF di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan besar, terutama terkait tingginya biaya produksi dan keterbatasan pasokan bahan baku.

“Minyak jelantah yang diproses menjadi avtur itu harganya 2–3 kali avtur. Tapi itu pun masih di-blending dengan avtur biasa, ada yang 3%, ada yang 10%, dan nantinya mau 30%,” katanya kepada Kontan, Senin (11/5/2026).

Menurut Gerry, harga SAF yang jauh lebih mahal dibandingkan avtur konvensional berpotensi membebani maskapai penerbangan, terutama di tengah tekanan biaya operasional yang masih tinggi.

Selain faktor harga, pasokan bahan baku minyak jelantah juga dinilai belum memadai untuk mendukung kebutuhan industri penerbangan secara luas. Saat ini, penggunaan SAF masih terbatas dalam bentuk campuran dengan avtur biasa.

“Ini kendalanya ada di kuantitas. Jumlah yang bisa di-supply masih sedikit, dan penggunaannya masih berupa campuran dengan avtur biasa,” jelasnya.

Di sisi lain, maskapai juga menghadapi tantangan dalam menjaga profitabilitas. Gerry menyebut, avtur campuran SAF saat ini dijual menggunakan harga avtur biasa di sejumlah bandara besar. Namun, maskapai yang ingin memperoleh kredit pengurangan emisi karbon atau CO2 credit harus mengeluarkan biaya tambahan yang lebih besar.

“Kendalanya ada di biaya yang bisa dikeluarkan maskapai. Formula tarif batas atas (TBA) sekarang terlalu rendah dan pemerintah tidak mengikuti formula TBA yang seharusnya digunakan,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut membuat ruang keuangan maskapai semakin sempit, terutama ketika industri penerbangan masih berupaya memulihkan margin keuntungan pascapandemi dan menghadapi kenaikan berbagai komponen biaya operasional.

Menurut Gerry, pemerintah perlu mempertimbangkan penyesuaian tarif batas atas tiket pesawat agar maskapai memiliki fleksibilitas finansial yang lebih baik dalam mendukung penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

“Masih harus naik sekitar 25% lagi. TBA harus naik agar maskapai bisa untung di peak season dan bisa jual tiket murah di low season sesuai kemampuannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan penekanan harga tiket pesawat berpotensi menghambat ekspansi kapasitas penerbangan nasional. Jika pendapatan maskapai terus tertekan, kemampuan perusahaan untuk menambah armada maupun frekuensi penerbangan dinilai akan terbatas.

“Jika pendapatan ditekan, maka maskapai tidak akan mampu menambah kapasitas sesuai harapan pemerintah,” imbuhnya.

Meski demikian, Gerry memahami pemerintah tetap berupaya menjaga daya beli masyarakat dengan menahan kenaikan harga tiket pesawat.

Sebagai solusi alternatif, ia menyarankan pemerintah mengurangi sejumlah komponen biaya yang selama ini dibebankan kepada maskapai, salah satunya melalui pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) avtur.

“Langkah yang bisa diambil pemerintah adalah mengurangi biaya-biaya yang dibebankan ke maskapai, misalnya PPN avtur bisa dikurangi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Purbaya Blak-blakan Soal Anggaran untuk Koperasi Desa

Purbaya Blak-blakan Soal Anggaran untuk Koperasi Desa

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Peta Persaingan Merek Air Kemasan Indonesia dan Pergeserannya

Peta Persaingan Merek Air Kemasan Indonesia dan Pergeserannya

2026-09-04
Pinjol Singa Fintech: Ilegal atau Legal Berizin OJK?

Pinjol Singa Fintech: Ilegal atau Legal Berizin OJK?

2025-06-30
Wamen ESDM Sebut Pertamax Ikut Harga Pasar

Wamen ESDM Sebut Pertamax Ikut Harga Pasar

2026-09-03
Prabowo Minta Kajian Beri Bantuan Bahan Bangunan untuk Masyarakat

Prabowo Minta Kajian Beri Bantuan Bahan Bangunan untuk Masyarakat

2026-07-21
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

2026-09-05
Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-05
Harga Emas Pegadaian 4 September 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kembali Melejit

Harga Emas Pegadaian 4 September 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kembali Melejit

2026-09-05
Harga Emas Perhiasan 4 September 2026: Perbandingan Raja Emas dan Laku Emas

Harga Emas Perhiasan 4 September 2026: Perbandingan Raja Emas dan Laku Emas

2026-09-05

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
FBI Sita Kripto US$ 560.000 Diduga untuk Pendanaan Hamas

FBI Sita Kripto US$ 560.000 Diduga untuk Pendanaan Hamas

2026-09-05
0
Harga Kripto 4 September 2026: Bitcoin Melesat, ZEC Terbang 14,54%

Harga Kripto 4 September 2026: Bitcoin Melesat, ZEC Terbang 14,54%

2026-09-05
0
Bitcoin Tembus US$ 82.000, Ethereum hingga Dogecoin Ikut Menguat

Bitcoin Tembus US$ 82.000, Ethereum hingga Dogecoin Ikut Menguat

2026-09-05
0
Analis Sebut Adopsi Bitcoin Lebih Tinggi Ketimbang Emas

Analis Sebut Adopsi Bitcoin Lebih Tinggi Ketimbang Emas

2026-09-05
0
IMF Ungkap Donasi Tingkatkan Pertumbuhan Bitcoin di El Salvador

IMF Ungkap Donasi Tingkatkan Pertumbuhan Bitcoin di El Salvador

2026-09-05
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

2026-09-05
Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-05

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.