• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, September 2, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Pertamina Patra Niaga: Harga Keekonomian Pertamax Bisa Tembus Rp 17.000

    Pertamina Patra Niaga: Harga Keekonomian Pertamax Bisa Tembus Rp 17.000

    Okupansi Gudang Logistik Bekasi Fajar (BEST) Capai 100% pada Kuartal I-2026

    Okupansi Gudang Logistik Bekasi Fajar (BEST) Capai 100% pada Kuartal I-2026

    Laba Intra Golflink (GOLF) Melonjak 20,6% di Kuartal I, Segini Target Sepanjang 2026

    Laba Intra Golflink (GOLF) Melonjak 20,6% di Kuartal I, Segini Target Sepanjang 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Pertamina Patra Niaga: Harga Keekonomian Pertamax Bisa Tembus Rp 17.000

    Pertamina Patra Niaga: Harga Keekonomian Pertamax Bisa Tembus Rp 17.000

    Okupansi Gudang Logistik Bekasi Fajar (BEST) Capai 100% pada Kuartal I-2026

    Okupansi Gudang Logistik Bekasi Fajar (BEST) Capai 100% pada Kuartal I-2026

    Laba Intra Golflink (GOLF) Melonjak 20,6% di Kuartal I, Segini Target Sepanjang 2026

    Laba Intra Golflink (GOLF) Melonjak 20,6% di Kuartal I, Segini Target Sepanjang 2026

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » PMI Manufaktur Turun ke 49,1, Ekonom Soroti Tekanan Kenaikan Biaya dan Pasokan

PMI Manufaktur Turun ke 49,1, Ekonom Soroti Tekanan Kenaikan Biaya dan Pasokan

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-05-10
0

PMI Manufaktur Turun ke 49,1, Ekonom Soroti Tekanan Kenaikan Biaya dan Pasokan

wmhg.org – JAKARTA. Tekanan terhadap sektor manufaktur Indonesia dinilai mulai menunjukkan gejala yang lebih struktural, bukan sekadar perlambatan siklus jangka pendek.

Pelemahan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia ke level 49,1 pada April 2026 mencerminkan tekanan berat dari kenaikan biaya produksi dan gangguan pasokan bahan baku di tengah gejolak global.

Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai, berbeda dengan periode sebelumnya yang lebih dipicu pelemahan permintaan ekspor, kontraksi manufaktur kali ini justru berasal dari sisi produksi.

“Problem utamanya bukan karena order hilang total, melainkan karena industri makin sulit menjalankan produksi secara normal akibat biaya input yang naik dan pasokan yang terganggu,” ujar Yusuf kepada Kontan, Minggu (10/5/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut terlihat dari pesanan baru yang masih tumbuh tipis, tetapi volume produksi justru turun cukup dalam. Tekanan biaya juga mulai diteruskan ke harga jual produk industri.

Yusuf mencatat, laju kenaikan harga output industri saat ini menjadi yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Hal itu menunjukkan tekanan yang awalnya terjadi di tingkat produsen mulai mengalir ke konsumen.

“Industri sedang berada dalam posisi terjepit. Di satu sisi biaya naik, di sisi lain permintaan domestik belum cukup kuat untuk menyerap kenaikan harga secara penuh,” katanya.

Ia menilai, kontraksi PMI pada awal kuartal II patut diwaspadai karena biasanya periode pasca-Lebaran masih memberikan dorongan musiman bagi aktivitas manufaktur.

Selain itu, perusahaan mulai mengurangi tenaga kerja dengan laju lebih cepat sebagai bentuk penyesuaian biaya.

Yusuf mengingatkan kenaikan pesanan baru saat ini berpotensi hanya bersifat sementara atau front-loading, yakni pembeli mempercepat order karena khawatir harga bahan baku dan gangguan pasokan memburuk.

“Kalau situasi global tidak membaik, terutama terkait konflik Timur Tengah dan harga energi, permintaan itu bisa cepat menghilang di bulan berikutnya,” ungkapnya.

Meski belum melihat PMI 49,1 sebagai alarm krisis, Yusuf menilai angka tersebut merupakan early warning yang cukup serius karena membuka kelemahan mendasar industri manufaktur nasional, terutama tingginya ketergantungan terhadap bahan baku impor dan lemahnya industri hulu domestik.

Untuk jangka pendek, ia menyarankan pemerintah fokus menjaga stabilitas biaya produksi melalui diversifikasi sumber impor bahan baku, relaksasi fiskal, percepatan restitusi PPN, hingga menjaga harga energi domestik agar tidak melonjak.

Sementara dalam jangka panjang, Yusuf menilai penguatan industri hulu seperti petrokimia, kimia dasar, baja, dan logam menjadi langkah penting untuk mengurangi sensitivitas manufaktur terhadap gejolak eksternal.

“Kalau pasar dalam negeri kuat, manufaktur punya bantalan ketika ekspor sedang melemah atau biaya global naik,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Senator Amerika Serikat Elizabeth Warren Minta Meta Ungkap Pengembangan Stablecoin

Senator Amerika Serikat Elizabeth Warren Minta Meta Ungkap Pengembangan Stablecoin

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, 75,1 Persen Portofolio Kredit Mengalir ke UMKM

BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, 75,1 Persen Portofolio Kredit Mengalir ke UMKM

2026-09-01
Naik 2 Kali Lipat, Bale by BTN Cetak 5,7 Juta Transaksi

Naik 2 Kali Lipat, Bale by BTN Cetak 5,7 Juta Transaksi

2025-10-13
Harga Kripto Hari Ini 2 Agustus 2026: Bitcoin Bertahan di US$ 62.900

Harga Kripto Hari Ini 2 Agustus 2026: Bitcoin Bertahan di US$ 62.900

2026-08-03
Narsun dan Kisah BRILink Agen “Juragan” di Jabar, Perluas Perlindungan Sosial untuk 7 Ribu Pekerja

Narsun dan Kisah BRILink Agen “Juragan” di Jabar, Perluas Perlindungan Sosial untuk 7 Ribu Pekerja

2026-08-30
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Antam Turun Rp 6.000 di Awal September 2026

Harga Emas Antam Turun Rp 6.000 di Awal September 2026

2026-09-02
Harga Emas Pegadaian 1 September 2026, Ada yang Tembus Rp 2,7 Juta

Harga Emas Pegadaian 1 September 2026, Ada yang Tembus Rp 2,7 Juta

2026-09-02
Kemendag Tetapkan Harga Patokan Ekspor Emas USD 142.154 per Kg

Kemendag Tetapkan Harga Patokan Ekspor Emas USD 142.154 per Kg

2026-09-02
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 1 September 2026 di Antam, Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 1 September 2026 di Antam, Pegadaian dan Hartadinata

2026-09-02

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Pendiri Binance Changpeng Zhao: Bitcoin Akan Lebih Penting Dibanding Emas

Pendiri Binance Changpeng Zhao: Bitcoin Akan Lebih Penting Dibanding Emas

2026-09-02
0
Harga Kripto 1 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Menguat

Harga Kripto 1 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Menguat

2026-09-02
0
Cronos Setop Jaringan Blockchain Usai Serangan terhadap Tectonic

Cronos Setop Jaringan Blockchain Usai Serangan terhadap Tectonic

2026-09-02
0
Harga Bitcoin Diprediksi Sentuh Rp 2,65 Miliar pada 2027

Harga Bitcoin Diprediksi Sentuh Rp 2,65 Miliar pada 2027

2026-09-02
0
Aturan Baru Kripto Berlaku Hari Ini, Exchange Wajib Perkuat Pelaporan

Aturan Baru Kripto Berlaku Hari Ini, Exchange Wajib Perkuat Pelaporan

2026-09-02
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Turun Rp 6.000 di Awal September 2026

Harga Emas Antam Turun Rp 6.000 di Awal September 2026

2026-09-02
Harga Emas Pegadaian 1 September 2026, Ada yang Tembus Rp 2,7 Juta

Harga Emas Pegadaian 1 September 2026, Ada yang Tembus Rp 2,7 Juta

2026-09-02

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.