• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, Oktober 1, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Pelaku Industri Mulai Hitung Risiko Inflasi

    Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Pelaku Industri Mulai Hitung Risiko Inflasi

    Libur Sekolah 2026 Jadi Harapan Industri Hotel, PHRI Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah

    Libur Sekolah 2026 Jadi Harapan Industri Hotel, PHRI Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah

    Pemerintah & PLN Segera Eksekusi PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Partisipasi

    Pemerintah & PLN Segera Eksekusi PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Partisipasi

    Mitra Pinasthika (MPMX) Ekspansi Bisnis Distribusi dan Ritel Motor ke Timor Leste

    Mitra Pinasthika (MPMX) Ekspansi Bisnis Distribusi dan Ritel Motor ke Timor Leste

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Pelaku Industri Mulai Hitung Risiko Inflasi

    Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Pelaku Industri Mulai Hitung Risiko Inflasi

    Libur Sekolah 2026 Jadi Harapan Industri Hotel, PHRI Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah

    Libur Sekolah 2026 Jadi Harapan Industri Hotel, PHRI Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah

    Pemerintah & PLN Segera Eksekusi PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Partisipasi

    Pemerintah & PLN Segera Eksekusi PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Partisipasi

    Mitra Pinasthika (MPMX) Ekspansi Bisnis Distribusi dan Ritel Motor ke Timor Leste

    Mitra Pinasthika (MPMX) Ekspansi Bisnis Distribusi dan Ritel Motor ke Timor Leste

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Omzet Tembus Rp 70 Triliun, Cek Strategi Hartadinata (HRTA) Saat Harga Emas Turun

Omzet Tembus Rp 70 Triliun, Cek Strategi Hartadinata (HRTA) Saat Harga Emas Turun

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-06-07
0

Omzet Tembus Rp 70 Triliun, Cek Strategi Hartadinata (HRTA) Saat Harga Emas Turun

Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

wmhg.org – JAKARTA. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) makin gencar mengincar posisi utama dalam industri hilir emas. Agenda ekspansi pun disiapkan oleh HRTA, salah satunya dengan menambah gerai penjualan produk emas.

Direktur Investor Relation Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda memaparkan, saat pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2017, HRTA hanya memiliki 12 gerai saja.

Seiring berjalannya waktu, HRTA secara konsisten memperluas jaringan gerai ritelnya. Hingga akhir kuartal I-2026, HRTA telah memiliki 85 gerai yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.

Pada dasarnya, pertumbuhan jaringan gerai menjadi salah satu bagian penting dari strategi HRTA untuk memperkuat distribusi produknya, terutama emas batangan dengan merek Emasku, kepada konsumen akhir.

Sampai akhir tahun 2026 nanti, HRTA menargetkan dapat menambah 15 gerai baru sehingga total gerai yang dioperasikan emiten tersebut mencapai 100 unit.

Target penambahan gerai tersebut tergolong konservatif. Sebab, saat ini Manajemen HRTA tidak lagi mengejar ekspansi gerai secara agresif. Fokus kami adalah memastikan setiap gerai yang dibuka benar-benar memberikan kontribusi terhadap laba perusahaan, kata Thendra saat paparan publik, Rabu (3/6/2026).

Pihak HRTA belum menyebut secara rinci lokasi-lokasi gerai baru yang hendak dibangun pada 2026.

Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto bilang, kondisi daya beli masyarakat menjadi salah satu pertimbangan utama bagi HRTA dalam membuka gerai baru. Dalam hal ini, HRTA hanya akan menambah gerai di wilyah yang memiliki daya beli memadai, sehingga gerai tersebut mampu mendukung penjualan produk emas.

HRTA juga berupaya mempelajari terlebih dahulu karakteristik konsumen di wilayah target sebelum membuka gerai baru. Ini dilakukan supaya produk emas yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pembukaan gerai baru HRTA juga difokuskan di kota-kota besar yang memiliki potensi transaksi emas tinggi. Tak hanya itu, HRTA juga berupaya supaya gerai baru yang dibangun tidak berdekatan atau bersaing secara langsung dengan toko-toko emas mitra yang selama ini turut membantu distribusi produk emas perusahaan.

Sebagai catatan, di luar gerai resmi, HRTA juga aktif menyalurkan produk melalui jaringan toko emas mitra yang jumlahnya diperkirakan mencapai 100.000 unit di seluruh Indonesia.

Jadi, keberhasilan kinerja kami tidak hanya dilihat dari jumlah toko sendiri, melainkan juga kemampuan dalam menjangkau pasar melalui jaringan partner, imbuh dia dalam kesempatan yang sama.

Direktur Keuangan Hartadinata Abadi Ong Deny menambahkan, kebutuhan investasi untuk membuka satu gerai baru ada di kisaran Rp 5 miliar. Angka tersebut tentu bersifat relatif, karena bergantung pada lokasi dan ukuran bangunan gerai tersebut.

Target Kinerja

Penambahan gerai baru diharapkan dapat membantu ambisi HRTA untuk meningkatkan kinerja keuangannya secara signifikan pada 2026. Sandra menyebut, pihaknya menargetkan dapat meraih pendapatan sebesar Rp 70 triliun pada 2026. Selain itu, laba bersih HRTA diproyeksikan mencapai kisaran Rp 1,4 triliun–Rp 1,5 triliun.

Dari sisi volume, HRTA menargetkan dapat memproduksi dan menjual emas murni sebanyak 25 ton hingga akhir tahun 2026.

Sebagai pengingat, HRTA mencatat kinerja mentereng pada tiga bulan pertama 2026. Pendapatan HRTA pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp 20,16 triliun atau tumbuh 196,96% year on year (yoy) dibandingkan Rp 6,78 triliun pada kuartal-I 2025.

Laba bersih HRTA turut meningkat signifikan sebesar 189,48% yoy menjadi Rp 433,49 miliar pada kuartal-I 2026, dari Rp 149,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% secara tahunan menjadi 7,83 ton, sejalan dengan peningkatan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 71,01% secara tahunan menjadi Rp 2.567.213 per gram.

  HRTA Chart by TradingView

Dari segi segmen bisnis, penjualan HRTA masih didominasi oleh segmen grosir dengan kontribusi sebesar 90,60% terhadap total pendapatan, termasuk kontribusi dari segmen insititusi keuangan bullion bank dan beberapa perbankan syariah, diikuti oleh segmen ritel sebesar 9,13% dan gadai sebesar 0,26%.

Tak hanya itu, HRTA juga mengklaim sebagai pemain terbesar kedua dalam ekosistem bullion atau emas batangan di Indonesia. Per kuartal I-2026, pangsa pasar domestik HRTA berada di level 29,14%.

Sandra optimistis target tersebut dapat tercapai sekalipun harga emas dunia sedang mengalami fase koreksi dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, ia menganggap koreksi tersebut masih tergolong wajar mengingat sebelumnya harga emas telah melonjak tajam.

Kondisi sekarang justru lebih baik dibandingkan periode ketika harga emas bergerak liar seperti roller coaster, tutur dia.

Biasanya, ketika harga emas bergerak lebih stabil, masyarakat menjadi lebih berani untuk membeli emas. Gejolak kurs rupiah juga berpotensi mendorong masyarakat untuk berbondong-bondong menjadikan emas sebagai aset safe haven (lindung nilai) yang ideal. Hal ini yang membuat HRTA optimistis tetap dapat meraih kinerja maksimal pada 2026.

HRTA tentu telah mengantisipasi potensi kenaikan permintaan emas dari masyarakat. Salah satunya dengan menambah kapasitas produksi pabrik terintegrasi dari sebelumnya 48 ton per tahun menjadi 60 ton per tahun.

Kapasitas tersebut terdiri dari 30 ton per tahun untuk produksi perhiasan dan manufaktur bullion dan 30 ton per tahun untuk refinery atau pemurnian emas.

Di samping itu, HRTA juga terus memperkuat branding HRTA Gold sebagai platform jual beli produk emas batangan merek Emasku dan perhiasan merek Ardore.

Belum cukup, HRTA juga sangat memperhatikan kualitas dan standardisasi emas batangan yang dipasarkan ke konsumen akhir. Maka dari itu, HRTA sedang memproses sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) untuk produk Emasku.

Ong Deny menimpali, HRTA menargetkan sertifikasi dari LBMA dapat diperoleh sebelum akhir 2026. Sertifikasi dari LBMA berpotensi meningkatkan margin dari produk kami sekitar 1%–2%, pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Pemerintah Sigap Jaga Rupiah, Ini Buktinya

Pemerintah Sigap Jaga Rupiah, Ini Buktinya

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Harga Minyak Turun, Dibayangi Prospek Permintaan yang Lemah

Harga Minyak Turun, Dibayangi Prospek Permintaan yang Lemah

2024-08-06
BPS: Ekspor Bulan Juli 2024 Meningkat 6,55% Jadi US$ 22,21 Miliar

BPS: Ekspor Bulan Juli 2024 Meningkat 6,55% Jadi US$ 22,21 Miliar

2024-08-15
Regulator Keuangan AS: Industri Kripto Penuh dengan Penipu Ulung

Regulator Keuangan AS: Industri Kripto Penuh dengan Penipu Ulung

2024-09-27
Dogecoin Diramal Pimpin Altseason, Harga Bisa Tembus USD 10

Dogecoin Diramal Pimpin Altseason, Harga Bisa Tembus USD 10

2026-05-22
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

2026-09-30
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

2026-09-30
Harga Emas Antam Turun 2 Hari Beruntun, Cek Rinciannya!

Harga Emas Antam Turun 2 Hari Beruntun, Cek Rinciannya!

2026-09-30
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp 2,619 Juta, UBS Rp 2,530 Juta

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp 2,619 Juta, UBS Rp 2,530 Juta

2026-09-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Altcoin Season Dimulai? Ini Prospek Beberapa Hari ke Depan

Altcoin Season Dimulai? Ini Prospek Beberapa Hari ke Depan

2026-09-30
0
Harga Kripto 29 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah

Harga Kripto 29 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah

2026-09-30
0
Citi Gandeng Coinbase Permudah Pembayaran dengan Stablecoin

Citi Gandeng Coinbase Permudah Pembayaran dengan Stablecoin

2026-09-30
0
Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

2026-09-30
0
Strive Beli Bitcoin 1.107 Bitcoin, Total Pembelian Sentuh Rp 1,69 Triliun

Strive Beli Bitcoin 1.107 Bitcoin, Total Pembelian Sentuh Rp 1,69 Triliun

2026-09-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

2026-09-30
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

2026-09-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.