• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Impor Migas dari Amerika Serikat Disepakati, Ekonom Ingatkan Risiko Besar

Impor Migas dari Amerika Serikat Disepakati, Ekonom Ingatkan Risiko Besar

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-02-23
0

Impor Migas dari Amerika Serikat Disepakati, Ekonom Ingatkan Risiko Besar

wmhg.org – JAKARTA. Rencana Indonesia mengimpor minyak dan gas bumi (migas) senilai US$ 15 miliar dari Amerika Serikat (AS) memicu risiko.

Pemerintah menegaskan langkah ini hanya menggeser sumber pasokan, bukan menambah volume impor. Namun, dalam jangka panjang, kesepakatan tersebut tetap menyisakan sejumlah risiko struktural, mulai dari kontrak pembelian hingga potensi menjauhkan agenda swasembada energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, komitmen pembelian migas tersebut merupakan bagian dari Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia–AS.

Total nilai US$ 15 miliar itu dialokasikan untuk pembelian BBM olahan sebesar US$ 7 miliar, minyak mentah (crude oil) US$ 4,5 miliar, serta liquefied petroleum gas (LPG) US$ 3,5 miliar.

“Bukan berarti kami menambah volume impor. Namun, kami menggeser sebagian volume impor kami dari beberapa negara, di antaranya negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan, neraca komoditas pembelian BBM kita dari luar negeri tetap sama. Hanya saja sumbernya kita geser,” ujar Bahlil.

Menurutnya, mekanisme pembelian akan memperhatikan prinsip keekonomian dan saling menguntungkan. Untuk LPG, yang selama ini impor Indonesia mencapai sekitar 7 juta ton per tahun, volume pasokan dari AS akan ditingkatkan. Eksekusi teknis kebijakan ini diperkirakan berjalan setelah finalisasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam 90 hari ke depan.

Komitmen impor migas tersebut tercantum dalam Annex IV: Purchase Commitments yang dirilis Gedung Putih, sebagai bagian dari pengaturan perdagangan bilateral Indonesia–AS dengan nilai indikatif mencapai US$ 33 miliar.

Risiko Kontrak dan Tekanan Neraca

Ekonom Universitas Andalas Universitas Andalas, Syafruddin Karimi menilai, dampak jangka panjang impor migas dari AS sangat ditentukan oleh desain kontrak dan tata kelola. Ia menilai impor bisa berdampak positif bila dijalankan sebagai substitusi pemasok dengan kontrak yang fleksibel, transparan, dan kompetitif.

“Risiko muncul ketika komitmen pembelian berubah menjadi kewajiban kaku. Dalam kondisi harga global melonjak atau permintaan domestik melemah, impor yang bersifat rigid justru berpotensi menekan neraca berjalan dan meningkatkan premi risiko ekonomi,” kata Syafruddin kepada Kontan, Senin (23/2/2026).

Ia mengingatkan, pasar keuangan sejak awal 2026 menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap isu tata kelola dan kepastian kebijakan. Tanpa disiplin pengadaan dan transparansi kontrak, komitmen impor migas berisiko menjadi sentimen negatif bagi pasar.

Dari sisi kebutuhan riil, praktisi migas Hadi Ismoyo menegaskan impor migas masih menjadi keniscayaan. Kebutuhan LPG nasional sekitar 8 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya 2 juta ton.

Pada minyak mentah, kapasitas kilang nasional membutuhkan sekitar 1,83 juta barel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru sekitar 600 ribu barel per hari. Untuk BBM, permintaan mencapai 1,63 juta barel per hari, sementara kapasitas produksi sekitar 1,28 juta barel per hari.

“Dengan kondisi ini, impor LPG, crude, dan BBM sangat dibutuhkan untuk menjaga pasokan dan ketahanan energi nasional,” ujarnya kepada Kontan, Senin (23/2/2026).

Namun, ia menilai jarak menuju swasembada energi masih sangat panjang. Program biodiesel B40 dinilai cukup berhasil mengurangi impor solar, tetapi belum menyentuh bensin.

Swasembada LPG memerlukan konversi ke gas dengan pembangunan infrastruktur gas secara masif, sementara swasembada crude membutuhkan eksplorasi besar-besaran dengan horizon 10–20 tahun.

Founder & Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto menilai, kesepakatan impor dari AS bisa berdampak positif dari sisi keamanan pasokan, mengingat AS merupakan produsen migas terbesar dunia dengan teknologi eksplorasi dan produksi yang unggul.

Namun, menurutnya, swasembada energi tidak lagi dapat dimaknai secara sempit sebagai pemenuhan kebutuhan dari produksi sendiri.

“Dalam sistem perdagangan global yang terbuka, impor dan ekspor energi adalah keniscayaan. Yang penting, impor tidak menggantikan upaya peningkatan produksi domestik,” ujarnya kepada Kontan, Senin (23/2/2026).

Lebih lanjut, Syafruddin Karimi menegaskan, titik temu antara impor migas dan target swasembada energi hanya bisa tercapai jika impor diposisikan sebagai jembatan transisi. Pemerintah perlu memastikan impor benar-benar menggantikan pemasok lain, mendorong efisiensi biaya, serta mengarahkan manfaat kepastian pasokan untuk membiayai investasi hulu migas, penguatan kilang, dan infrastruktur gas.

Jika tidak, impor migas dari AS berisiko menjadi solusi jangka pendek yang memperpanjang ketergantungan, sekaligus menjauhkan Indonesia dari cita-cita swasembada energi dalam jangka panjang.

Selanjutnya: 8 Drakor Rating Tertinggi Minggu Ketiga Februari 2026, 2 Judul Ini Tamat

Menarik Dibaca: Harga Emas Dunia Lanjut Naik di atas US$ 5.100, Terpicu Tarif AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Buruh Usul Pengemudi Ojol Dapat Tambahan Jaminan Sosial

Buruh Usul Pengemudi Ojol Dapat Tambahan Jaminan Sosial

2026-05-13
Cerita Purbaya Ditelepon Bahlil Saat Royalti Tambang Ditunda

Cerita Purbaya Ditelepon Bahlil Saat Royalti Tambang Ditunda

2026-05-13
Menkeu Purbaya Lantik 8 Pejabat Pajak, Beri Pesan Tegas

Menkeu Purbaya Lantik 8 Pejabat Pajak, Beri Pesan Tegas

2026-05-13
Punya Cadangan Jumbo, Indonesia-Filipina Bisa Jadi Pemain Utama Nikel Dunia

Punya Cadangan Jumbo, Indonesia-Filipina Bisa Jadi Pemain Utama Nikel Dunia

2026-05-13
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

2026-05-13
Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

2026-05-13
Rupiah Melemah ke Rp 17.500, Ancaman MSCI Tekan Pasar Keuangan

Rupiah Melemah ke Rp 17.500, Ancaman MSCI Tekan Pasar Keuangan

2026-05-13
Rupiah Tembus Rp 17.500, Purbaya Serahkan Stabilisasi ke BI

Rupiah Tembus Rp 17.500, Purbaya Serahkan Stabilisasi ke BI

2026-05-13

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

2026-05-13
0
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Terpangkas Rp 20 Ribu, Simak Daftar Lengkapnya di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Terpangkas Rp 20 Ribu, Simak Daftar Lengkapnya di Sini

2026-05-13
0
Harga Emas Dibayangi Sentimen Geopolitik Global, Diprediksi Tembus Level Segini

Harga Emas Dibayangi Sentimen Geopolitik Global, Diprediksi Tembus Level Segini

2026-05-13
0
Kabar Terbaru 2 Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

Kabar Terbaru 2 Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

2026-05-13
0
Punya Cadangan Jumbo, Indonesia-Filipina Bisa Jadi Pemain Utama Nikel Dunia

Punya Cadangan Jumbo, Indonesia-Filipina Bisa Jadi Pemain Utama Nikel Dunia

2026-05-13
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

2026-05-13
Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

2026-05-13

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.