Baca 10 detik
Waka Komisi X DPR RI, Esti Wijayati, menyoroti dampak serius banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar terhadap dunia pendidikan.
Esti mendesak pemerintah memberikan kebijakan khusus berupa dispensasi atau penundaan pembayaran biaya sekolah/kuliah.
Ia juga meluncurkan program BISA MAKAN menyediakan makanan gratis bagi mahasiswa terdampak di Yogyakarta.
wmhg.org – Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati, menyoroti dampak serius bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terhadap dunia pendidikan.
Sebagai pimpinan komisi yang membidangi sektor pendidikan, Esti mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk mengeluarkan kebijakan khusus guna meringankan beban peserta didik yang terdampak bencana.
Ia meminta adanya kelonggaran terkait biaya pendidikan.
Kami berharap pemerintah dapat memberikan dispensasi atau penundaan pembayaran uang sekolah maupun uang kuliah bagi peserta didik yang terdampak,” tegas MY Esti Wijayati kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).
Kebijakan ini penting untuk meringankan beban keluarga yang sedang berjuang memulihkan kondisi, katanya menambahkan.
Sebelumnya, Esti juga menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi secara meluas tersebut.
Ia mendoakan ketabahan bagi para warga yang kini tengah menghadapi situasi sulit.
Atas nama pribadi dan sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI, saya menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir. Semoga para korban diberikan kekuatan, dan kondisi di lapangan segera membaik,” ujarnya.
Selain mendorong kebijakan dispensasi biaya sekolah, Esti juga melakukan aksi konkret dengan membuka program BISA MAKAN.
Program ini menyediakan makan gratis bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta, namun berasal dari daerah-daerah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Bantuan ini dikhususkan bagi mahasiswa asal Kabupaten Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan (Provinsi Aceh).
Kemudian mahasiswa asal Kabupaten Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan (Provinsi Sumatera Utara), serta Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat (Provinsi Sumatera Barat).
Esti berharap inisiatif ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa perantauan selama masa pemulihan di kampung halaman mereka.
Ia pun mengajak semua pihak untuk memperkuat solidaritas.
“Semoga bantuan dari berbagai elemen dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak,” pungkasnya.
/2025/09/28/1258889960.jpg)
/2020/02/13/611530526.jpg)
/2019/06/11/1646707349.jpg)
/2025/06/11/1083351027.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5100240/original/094403200_1737254768-IMG-20250119-WA0006.jpg)








