• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, Juli 31, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    BP AKR Ungkap Alasan Tak Naikkan Harga BBM di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia

    BP AKR Ungkap Alasan Tak Naikkan Harga BBM di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    BP AKR Ungkap Alasan Tak Naikkan Harga BBM di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia

    BP AKR Ungkap Alasan Tak Naikkan Harga BBM di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » INTERNASIONAL » Pertumbuhan Ekonomi India Melambat, Tapi Tetap Menjadi yang Tercepat di Dunia

Pertumbuhan Ekonomi India Melambat, Tapi Tetap Menjadi yang Tercepat di Dunia

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-08-30
0

Pertumbuhan Ekonomi India Melambat, Tapi Tetap Menjadi yang Tercepat di Dunia

wmhg.org – NEW DELHI. Pertumbuhan ekonomi India melambat menjadi 6,7% secara tahunan (YoY) pada kuartal April-Juni karena penurunan pengeluaran pemerintah selama pemilihan nasional, demikian data yang dirilis pada hari Jumat (30/8).

Meski demikian, India tetap menjadi perekonomian besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) ini lebih rendah dari proyeksi ekspansi 6,9% oleh jajak pendapat Reuters dan dibandingkan dengan pertumbuhan 7,8% pada kuartal sebelumnya.

Namun, pertumbuhan India tetap lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan 4,7% di China, ekonomi terbesar di Asia, pada periode yang sama.

Perlambatan ekonomi India diperkirakan bersifat sementara dengan para ekonom memperkirakan inflasi yang mereda dan peningkatan pengeluaran pemerintah akan mendukung pertumbuhan dalam beberapa bulan mendatang.

Ketidakpastian politik juga mempengaruhi investasi dan konsumsi selama kuartal April-Juni, menurut data resmi.

Nilai Tambah Bruto (GVA), yang dianggap sebagai ukuran pertumbuhan yang lebih stabil oleh para ekonom, meningkat sebesar 6,8% pada kuartal April-Juni dibandingkan tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 6,3% pada kuartal sebelumnya.

Upasna Bhardwaj, kepala ekonom di Kotak Mahindra Bank yang berbasis di Mumbai mengatakan bahwa angka PDB lebih lemah dari yang diharapkan, tetapi GVA tetap kuat dengan pertumbuhan non-pertanian yang stabil.

Kami mempertahankan ekspektasi pertumbuhan PDB sebesar 6,9% pada 2024/25, terutama didukung oleh permintaan pedesaan dan pengeluaran pemerintah, sambil mengamati secara dekat kemungkinan kelelahan dalam permintaan perkotaan, investasi swasta, dan laju perlambatan global, katanya.

Untuk tahun fiskal penuh, bank sentral India memperkirakan ekonomi akan tumbuh 7,2%, lebih lambat dari pertumbuhan 8,2% tahun sebelumnya.

Hal ini terpengaruh oleh kontraksi dalam pengeluaran negara dan aturan ketat bank sentral terhadap pinjaman ritel.

Pengeluaran pemerintah dalam nilai riil turun 0,2% secara tahunan pada kuartal April-Juni, dibandingkan dengan kenaikan 0,9% pada kuartal sebelumnya, menurut data.

Perdana Menteri Narendra Modi telah mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan ekonomi sejak pemilihan nasional terbaru.

Di mana Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpinnya gagal memenangkan mayoritas mutlak dan harus bergantung pada sekutu untuk menjalankan pemerintahan untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

Sektor manufaktur, yang menyumbang sekitar 17% dari PDB India, tumbuh sebesar 7% secara tahunan pada kuartal April-Juni, dibandingkan dengan ekspansi 8,9% pada kuartal sebelumnya.

Output pertanian meningkat 2% secara tahunan pada periode yang sama, naik dari 1,1% pada kuartal sebelumnya.

Curah hujan yang melimpah tahun ini diperkirakan akan meningkatkan hasil pertanian, pendapatan pedesaan, dan permintaan konsumen, sebuah tren yang tercermin dalam peningkatan penjualan sepeda motor dan traktor pada bulan Juli.

Tantangan Ketenagakerjaan

Meski pertumbuhan kuat dibandingkan dengan ekonomi lain, India menghadapi tantangan dalam penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Masalah-masalah ini telah mempengaruhi upah riil, konsumsi rumah tangga di antara kelompok berpenghasilan rendah, dan investasi swasta.

Pemerintah telah meningkatkan pengeluaran dengan anggaran tahunan sebesar US$576 miliar bulan lalu, yang mencakup miliaran dolar untuk perumahan terjangkau dan pekerjaan di pedesaan, guna merangsang aktivitas ekonomi.

Pengeluaran konsumen, yang merupakan sekitar 60% dari PDB, meningkat 7,4% pada kuartal April-Juni dibandingkan tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 4% pada kuartal sebelumnya.

Investasi modal juga meningkat sebesar 7,4% dibandingkan dengan 6,5% pada kuartal sebelumnya.

Para ekonom memperkirakan bahwa meredanya inflasi ritel dapat mendorong bank sentral untuk menurunkan suku bunga kebijakan akhir tahun ini, yang berpotensi meningkatkan konsumsi rumah tangga dan mendukung investasi swasta.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Menteri dan Kepala Daerah Petahana yang Ikut Pilkada 2024 Harus Cuti, Ini Aturannya

Menteri dan Kepala Daerah Petahana yang Ikut Pilkada 2024 Harus Cuti, Ini Aturannya

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Top 3: Pria Sidoarjo Gratis Isi BBM Pertamax Setahun Gara-Gara Aksi Heroik di SPBU

Top 3: Pria Sidoarjo Gratis Isi BBM Pertamax Setahun Gara-Gara Aksi Heroik di SPBU

2024-08-16
Hari Ini, Jokowi Sampaikan 2 Pidato Kenegaraan di Gedung DPR MPR

Hari Ini, Jokowi Sampaikan 2 Pidato Kenegaraan di Gedung DPR MPR

2024-08-16
Rincian Jadwal Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR – DPD 2024, dan Pembacaan Nota Keuangan 2025

Rincian Jadwal Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR – DPD 2024, dan Pembacaan Nota Keuangan 2025

2024-08-16
IFG Pangkas 12 Entitas, Bos Danantara Soroti Misinvestment

IFG Pangkas 12 Entitas, Bos Danantara Soroti Misinvestment

2026-07-24
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Juli 2026, Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Juli 2026, Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram

2026-07-30
Prediksi Harga Emas 28 Juli 2026, Resistance US$ 4.089 Jadi Penentu

Prediksi Harga Emas 28 Juli 2026, Resistance US$ 4.089 Jadi Penentu

2026-07-30
Cek Harga Emas 24 Karat Hari Ini di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

Cek Harga Emas 24 Karat Hari Ini di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

2026-07-30
Tongkat Estafet Gubernur BI Berpindah, PR Menanti Pengganti Perry Warjiyo

Tongkat Estafet Gubernur BI Berpindah, PR Menanti Pengganti Perry Warjiyo

2026-07-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Bitmine Kini Genggam 5,79 Juta Ethereum

Bitmine Kini Genggam 5,79 Juta Ethereum

2026-07-30
0
Harga Kripto 29 Juli 2026: Ethereum Memimpin Kenaikan

Harga Kripto 29 Juli 2026: Ethereum Memimpin Kenaikan

2026-07-30
0
Proyek Kripto Rugi Rp 18 Triliun Gara-Gara Peretasan

Proyek Kripto Rugi Rp 18 Triliun Gara-Gara Peretasan

2026-07-30
0
Emirates Kini Terima Pembayaran Kripto

Emirates Kini Terima Pembayaran Kripto

2026-07-30
0
Harga Memecoin CATE Melonjak 25%, Video Anak Kucing Jadi Pemicu

Harga Memecoin CATE Melonjak 25%, Video Anak Kucing Jadi Pemicu

2026-07-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Juli 2026, Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Juli 2026, Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram

2026-07-30
Prediksi Harga Emas 28 Juli 2026, Resistance US$ 4.089 Jadi Penentu

Prediksi Harga Emas 28 Juli 2026, Resistance US$ 4.089 Jadi Penentu

2026-07-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.