• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, Oktober 2, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Pelaku Industri Mulai Hitung Risiko Inflasi

    Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Pelaku Industri Mulai Hitung Risiko Inflasi

    Libur Sekolah 2026 Jadi Harapan Industri Hotel, PHRI Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah

    Libur Sekolah 2026 Jadi Harapan Industri Hotel, PHRI Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah

    Pemerintah & PLN Segera Eksekusi PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Partisipasi

    Pemerintah & PLN Segera Eksekusi PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Partisipasi

    Mitra Pinasthika (MPMX) Ekspansi Bisnis Distribusi dan Ritel Motor ke Timor Leste

    Mitra Pinasthika (MPMX) Ekspansi Bisnis Distribusi dan Ritel Motor ke Timor Leste

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Pelaku Industri Mulai Hitung Risiko Inflasi

    Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Pelaku Industri Mulai Hitung Risiko Inflasi

    Libur Sekolah 2026 Jadi Harapan Industri Hotel, PHRI Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah

    Libur Sekolah 2026 Jadi Harapan Industri Hotel, PHRI Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah

    Pemerintah & PLN Segera Eksekusi PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Partisipasi

    Pemerintah & PLN Segera Eksekusi PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Partisipasi

    Mitra Pinasthika (MPMX) Ekspansi Bisnis Distribusi dan Ritel Motor ke Timor Leste

    Mitra Pinasthika (MPMX) Ekspansi Bisnis Distribusi dan Ritel Motor ke Timor Leste

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » INTERNASIONAL » Pertumbuhan Ekonomi India Melambat, Tapi Tetap Menjadi yang Tercepat di Dunia

Pertumbuhan Ekonomi India Melambat, Tapi Tetap Menjadi yang Tercepat di Dunia

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-08-30
0

Pertumbuhan Ekonomi India Melambat, Tapi Tetap Menjadi yang Tercepat di Dunia

wmhg.org – NEW DELHI. Pertumbuhan ekonomi India melambat menjadi 6,7% secara tahunan (YoY) pada kuartal April-Juni karena penurunan pengeluaran pemerintah selama pemilihan nasional, demikian data yang dirilis pada hari Jumat (30/8).

Meski demikian, India tetap menjadi perekonomian besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) ini lebih rendah dari proyeksi ekspansi 6,9% oleh jajak pendapat Reuters dan dibandingkan dengan pertumbuhan 7,8% pada kuartal sebelumnya.

Namun, pertumbuhan India tetap lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan 4,7% di China, ekonomi terbesar di Asia, pada periode yang sama.

Perlambatan ekonomi India diperkirakan bersifat sementara dengan para ekonom memperkirakan inflasi yang mereda dan peningkatan pengeluaran pemerintah akan mendukung pertumbuhan dalam beberapa bulan mendatang.

Ketidakpastian politik juga mempengaruhi investasi dan konsumsi selama kuartal April-Juni, menurut data resmi.

Nilai Tambah Bruto (GVA), yang dianggap sebagai ukuran pertumbuhan yang lebih stabil oleh para ekonom, meningkat sebesar 6,8% pada kuartal April-Juni dibandingkan tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 6,3% pada kuartal sebelumnya.

Upasna Bhardwaj, kepala ekonom di Kotak Mahindra Bank yang berbasis di Mumbai mengatakan bahwa angka PDB lebih lemah dari yang diharapkan, tetapi GVA tetap kuat dengan pertumbuhan non-pertanian yang stabil.

Kami mempertahankan ekspektasi pertumbuhan PDB sebesar 6,9% pada 2024/25, terutama didukung oleh permintaan pedesaan dan pengeluaran pemerintah, sambil mengamati secara dekat kemungkinan kelelahan dalam permintaan perkotaan, investasi swasta, dan laju perlambatan global, katanya.

Untuk tahun fiskal penuh, bank sentral India memperkirakan ekonomi akan tumbuh 7,2%, lebih lambat dari pertumbuhan 8,2% tahun sebelumnya.

Hal ini terpengaruh oleh kontraksi dalam pengeluaran negara dan aturan ketat bank sentral terhadap pinjaman ritel.

Pengeluaran pemerintah dalam nilai riil turun 0,2% secara tahunan pada kuartal April-Juni, dibandingkan dengan kenaikan 0,9% pada kuartal sebelumnya, menurut data.

Perdana Menteri Narendra Modi telah mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan ekonomi sejak pemilihan nasional terbaru.

Di mana Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpinnya gagal memenangkan mayoritas mutlak dan harus bergantung pada sekutu untuk menjalankan pemerintahan untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

Sektor manufaktur, yang menyumbang sekitar 17% dari PDB India, tumbuh sebesar 7% secara tahunan pada kuartal April-Juni, dibandingkan dengan ekspansi 8,9% pada kuartal sebelumnya.

Output pertanian meningkat 2% secara tahunan pada periode yang sama, naik dari 1,1% pada kuartal sebelumnya.

Curah hujan yang melimpah tahun ini diperkirakan akan meningkatkan hasil pertanian, pendapatan pedesaan, dan permintaan konsumen, sebuah tren yang tercermin dalam peningkatan penjualan sepeda motor dan traktor pada bulan Juli.

Tantangan Ketenagakerjaan

Meski pertumbuhan kuat dibandingkan dengan ekonomi lain, India menghadapi tantangan dalam penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Masalah-masalah ini telah mempengaruhi upah riil, konsumsi rumah tangga di antara kelompok berpenghasilan rendah, dan investasi swasta.

Pemerintah telah meningkatkan pengeluaran dengan anggaran tahunan sebesar US$576 miliar bulan lalu, yang mencakup miliaran dolar untuk perumahan terjangkau dan pekerjaan di pedesaan, guna merangsang aktivitas ekonomi.

Pengeluaran konsumen, yang merupakan sekitar 60% dari PDB, meningkat 7,4% pada kuartal April-Juni dibandingkan tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 4% pada kuartal sebelumnya.

Investasi modal juga meningkat sebesar 7,4% dibandingkan dengan 6,5% pada kuartal sebelumnya.

Para ekonom memperkirakan bahwa meredanya inflasi ritel dapat mendorong bank sentral untuk menurunkan suku bunga kebijakan akhir tahun ini, yang berpotensi meningkatkan konsumsi rumah tangga dan mendukung investasi swasta.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Menteri dan Kepala Daerah Petahana yang Ikut Pilkada 2024 Harus Cuti, Ini Aturannya

Menteri dan Kepala Daerah Petahana yang Ikut Pilkada 2024 Harus Cuti, Ini Aturannya

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
IHSG Dibuka Anjlok Lebih 1% ke 7.207,03 pada Senin (5/8), Ikut Jejak Bursa Regional

IHSG Dibuka Anjlok Lebih 1% ke 7.207,03 pada Senin (5/8), Ikut Jejak Bursa Regional

2024-08-05
DPR Rapat Persiapan Uji Kelayakan Capim KPK

DPR Rapat Persiapan Uji Kelayakan Capim KPK

2024-11-15
Netanyahu Menyesal Serangan 7 Oktober Terjadi

Netanyahu Menyesal Serangan 7 Oktober Terjadi

2024-08-08
Dividen Saham Ini Di Atas Bunga Deposito, Catat Jadwal Pembayaran Dividen Interimnya

Dividen Saham Ini Di Atas Bunga Deposito, Catat Jadwal Pembayaran Dividen Interimnya

2024-08-06
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Melesat 1%, Investor Menanti Data Ekonomi AS

Harga Emas Hari Ini Melesat 1%, Investor Menanti Data Ekonomi AS

2026-10-01
Harga Emas Antam 30 September 2026 Lebih Mahal Rp 15.000, Cek Rinciannya di Sini

Harga Emas Antam 30 September 2026 Lebih Mahal Rp 15.000, Cek Rinciannya di Sini

2026-10-01
Harga Emas Pegadaian 30 September 2026: Antam Sentuh Rp 2,6 Juta

Harga Emas Pegadaian 30 September 2026: Antam Sentuh Rp 2,6 Juta

2026-10-01
Harga Emas Perhiasan Terkini: Raja Emas dan Laku Emas Tawarkan Beragam Karat

Harga Emas Perhiasan Terkini: Raja Emas dan Laku Emas Tawarkan Beragam Karat

2026-10-01

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Tether Bekukan USDT Rp 9,8 Triliun yang Terhubung Jaringan Iran

Tether Bekukan USDT Rp 9,8 Triliun yang Terhubung Jaringan Iran

2026-10-01
0
Harga Kripto 30 September 2026: Bitcoin Melesat, Zcash Pimpin Kenaikan

Harga Kripto 30 September 2026: Bitcoin Melesat, Zcash Pimpin Kenaikan

2026-10-01
0
Strategy Borong Bitcoin Rp 2,56 Triliun

Strategy Borong Bitcoin Rp 2,56 Triliun

2026-10-01
0
Pajak Kripto di Korea Selatan Terancam Tertunda

Pajak Kripto di Korea Selatan Terancam Tertunda

2026-10-01
0
HSBC Luncurkan Stablecoin RedCoin, Fokus Transaksi Pembayaran Harian

HSBC Luncurkan Stablecoin RedCoin, Fokus Transaksi Pembayaran Harian

2026-10-01
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Melesat 1%, Investor Menanti Data Ekonomi AS

Harga Emas Hari Ini Melesat 1%, Investor Menanti Data Ekonomi AS

2026-10-01
Harga Emas Antam 30 September 2026 Lebih Mahal Rp 15.000, Cek Rinciannya di Sini

Harga Emas Antam 30 September 2026 Lebih Mahal Rp 15.000, Cek Rinciannya di Sini

2026-10-01

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.