• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Kombinasi Faktor Domestik dan Eksternal Bikin Rupiah Anjlok ke Rp 16.009 per Dolar AS

Kombinasi Faktor Domestik dan Eksternal Bikin Rupiah Anjlok ke Rp 16.009 per Dolar AS

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-12-13
0

Kombinasi Faktor Domestik dan Eksternal Bikin Rupiah Anjlok ke Rp 16.009 per Dolar AS

wmhg.org – JAKARTA. Sepanjang pekan ini rupiah terus bergerak melemah, dan puncaknya ditutup terdepresiasi pada Jumat (13/12) menyentuh level Rp 16.009 per dolar AS. 

Jumat (13/12), rupiah spot ditutup pada level Rp 16.009 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,4% dari sehari sebelumnya. Sepanjang pekan ini rupiah telah melemah 1,03%.

Sedangkan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah bertengger di level Rp 15.987 per dolar AS. Dalam sehari melemah 0,3%, sementara dalam sepekan, rupiah Jisdor melemah 0,88%.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan rupiah melemah oleh kombinasi sentimen domestik dan eksternal. Dari dalam negeri, data penjualan ritel menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan. 

Sementara dari eksternal, data perdagangan China yang menunjukkan pertumbuhan ekspor dan impor yang lebih rendah dari harapan, dan deflasi China bulan November yang lebih besar dari perkiraan. 

Hal ini meningkatkan kekhawatiran ekonomi China yang masih lemah. Ditambah lagi rencana pemerintah China dalam membiarkan Yuan terdepresiasi tahun depan. 

Selain itu, data ekonomi AS juga menunjukkan hasil beragam. Mulai dari inflasi konsumen yang naik namun sesuai dengan perkiraan, inflasi produsen lebih tinggi dari perkiraan. 

Tetapi sektor pekerjaan terlihat mendingin dengan klaim pengangguran yang naik lebih besar dari perkiraan. Kombinasi tersebut membuat dolar makin perkasa sementara rupiah tertekan. 

Indeks dolar AS pun terus naik. Dolar AS melanjutkan penguatan oleh pemangkasan suku bunga ECB 25 basis poin (bps) dan SNB 50 bps yang lebih besar dari perkiraan, data PDB Inggris yang lebih lemah menunjukkan resesi 2 bulan berturut-turut, kata Lukman kepada KONTAN, Jumat (13/13). 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menimpali, Bank sentral secara luas juga diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Ini membuat pasar menjadi semakin tidak yakin atas rencana jangka panjangnya untuk suku bunga, terutama karena data minggu ini menunjukkan inflasi AS tetap tinggi. 

The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga dengan kecepatan yang lebih lambat pada tahun 2025 setelah memangkas suku bunga sebesar 75 bps sejauh ini pada tahun 2024, kata Ibrahim, Jumat (13/12). 

Selain itu kekhawatiran terhadap kebijakan ekspansif dan inflasi di bawah Presiden Terpilih Donald Trump juga diperkirakan menjadi faktor untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka panjang. 

Dari domestik, Ibrahim mencermati efek dari kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% terhadap ekonomi, khususnya risiko terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. 

Ia mencontohkan pada 2022 ketika PPN naik menjadi 11%, inflasi meningkat hingga 0,95 persen dalam satu bulan. Ke depan, dengan kebijakan kenaikan PPN, Ibrahim menilai dampak serupa bisa terjadi atau bahkan lebih besar.

Ibrahim khawatir terhadap potensi efek crowding out pada konsumsi dan investasi. Daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, kemungkinan besar akan tertekan dan berdampak pada penurunan konsumsi rumah tangga yang merupakan motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi.

Untuk pekan depan, Ibrahim menilai rapat The Fed dan keputusan suku bunga di Jepang serta Inggris akan menjadi fokus yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda. 

Perkiraan Ibrahim rupiah melemah dalam rentang Rp 15.090 – Rp 16.070 per dolar AS pada Senin (16/12). 

Sementara Lukman memproyeksi sepekan depan dolar masih akan melanjutkan penguatan, sehingga rupiah masih akan tertekan. 

Pekan depan, selain menantikan rapat dewan gubernur BI dan FOMC, Lukman bilang investor juga akan mencermati data inflasi AS yakni PCE hingga data perdagangan Indonesia bulan November. 

Menurut Lukman rupiah diperkirakan bakal bergerak melemah pada Senin (16/12) dalam kisaran Rp 15.800-16.150 per dolar AS. 

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Ahli Waris Korban Longsor  Sukabumi Mendapat Santunan dari Mensos Gus Ipul

Ahli Waris Korban Longsor Sukabumi Mendapat Santunan dari Mensos Gus Ipul

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Tingkatkan Literasi dan Inklusi Reksadana, BTPN Gandeng Syailendra Capital

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Reksadana, BTPN Gandeng Syailendra Capital

2024-08-15
Transjakarta Hentikan Sementara 7 Rute Hari Ini 28 Agustus 2026

Transjakarta Hentikan Sementara 7 Rute Hari Ini 28 Agustus 2026

2026-08-29
BPS: Ekspor Bulan Juli 2024 Meningkat 6,55% Jadi US$ 22,21 Miliar

BPS: Ekspor Bulan Juli 2024 Meningkat 6,55% Jadi US$ 22,21 Miliar

2024-08-15
Menhub: Pembangunan Bali Maritim Tourism Hub Tunjukkan Progres Signifikan

Menhub: Pembangunan Bali Maritim Tourism Hub Tunjukkan Progres Signifikan

2024-08-10
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

2026-09-30
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

2026-09-30
Harga Emas Antam Turun 2 Hari Beruntun, Cek Rinciannya!

Harga Emas Antam Turun 2 Hari Beruntun, Cek Rinciannya!

2026-09-30
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp 2,619 Juta, UBS Rp 2,530 Juta

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp 2,619 Juta, UBS Rp 2,530 Juta

2026-09-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Altcoin Season Dimulai? Ini Prospek Beberapa Hari ke Depan

Altcoin Season Dimulai? Ini Prospek Beberapa Hari ke Depan

2026-09-30
0
Harga Kripto 29 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah

Harga Kripto 29 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah

2026-09-30
0
Citi Gandeng Coinbase Permudah Pembayaran dengan Stablecoin

Citi Gandeng Coinbase Permudah Pembayaran dengan Stablecoin

2026-09-30
0
Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

2026-09-30
0
Strive Beli Bitcoin 1.107 Bitcoin, Total Pembelian Sentuh Rp 1,69 Triliun

Strive Beli Bitcoin 1.107 Bitcoin, Total Pembelian Sentuh Rp 1,69 Triliun

2026-09-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

2026-09-30
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

2026-09-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.